Setoran dari tiap pejabat pun bervariasi, mulai dari Rp15 juta hingga Rp2,8 miliar.
"Atas penambahan anggaran tersebut, GSW meminta jatah hingga 50 persen dari nilai anggaran, bahkan sebelum anggaran tersebut turun atau diberikan kepada OPD," ujar Asep.
Uang Setoran Buat Beli Sepatu Sampai Bayar Makan
Hingga kini, KPK mencatat uang yang sudah masuk ke kantong Gatut mencapai Rp2,7 miliar.
Mirisnya, uang yang diperas dari keringat pejabat daerah itu diduga dipakai untuk keperluan pribadi yang receh namun konsisten, seperti membeli sepatu, biaya berobat, hingga jamuan makan.
Nggak cuma itu, duit "panas" ini juga mengalir untuk pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di lingkungan Pemkab Tulungagung.***
Artikel Terkait
Agung Winarno, Produser Film 'Sang Pengadil' Jadi Tersangka! Diduga Cuci Uang Zarof Ricar
KPK Garap Lagi Kasus Korupsi EDC BRI, Panggil Mantan Direktur BBRI Andrijanto dan 5 Saksi Lainnya
Terancam Hukuman Maksimal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, 4 Anggota BAIS TNI Bakal Hadir Langsung di Sidang
Kejagung Cari Sosok yang Beri Fee Rp1,5 Miliar ke Ketua Ombudsman Hery Susanto
Kementerian UMKM Tegaskan Komitmen Perkuat UMKM dalam Ekosistem MBG
Geledah Rumah Bupati Tulungagung dan Ajudannya, Ini yang Disita Penyidik KPK
Intip Harta Ketua Ombudsman plus Biodata Hery Susanto yang Diciduk Kejagung Kasus Korupsi Nikel
Ombudsman Minta Maaf! Ketua Hery Susanto Tersangka Suap Rp1,5 M, Kelembagaan Pastikan Layanan Tetap Jalan
Kasus Air Keras Andrie Yunus: TNI Resmi Tutup Pengusutan, 4 Anggota Bais Segera Sidang!
Li Claudia Sikat Tambang Pasir Ilegal Batam, Ombudsman Kepri: Jangan Kasih Kendor dan Usut Oknum yang Main!