KONTEKS.CO.ID - Kementerian UMKM menegaskan komitmennya dalam memperkuat keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini ditandai dengan peresmian revitalisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta peluncuran program FUSION (Food Supply Integration Opportunity Network) di kawasan Cileunyi.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyampaikan bahwa dapur SPPG Bandung Cileunyi Cimekar 1 yang berlokasi di Pondok Pesantren Al-Kasyaf telah memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan keamanan pangan.
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari keberlanjutan pilot project perluasan keterlibatan UMKM dalam ekosistem MBG yang telah dimulai sejak 2025.
"Sejak dilakukan kick-off pada 15 Mei 2025, ekosistem UMKM dalam SPPG Bandung Cileunyi Cimekar 1 telah melakukan rangkaian pelatihan, pendampingan, dan business matching yang intensif dan kemudahan akses lainnya seperti legalitas, pembiayaan, pasar dan rantai pasok," ujar Riza pada Kamis, 16 April 2026.
Baca Juga: Kejagung Cari Sosok yang Beri Fee Rp1,5 Miliar ke Ketua Ombudsman Hery Susanto
Menurutnya, jumlah UMKM yang terlibat juga mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya hanya sekitar 10 pelaku usaha, kini jumlahnya telah berkembang menjadi 50 UMKM yang turut melibatkan tenaga kerja lokal.
"Melalui Ekosistem MBG, Yayasan Al Kashaf telah menunjukkan perkembangan pesat dalam mengintegrasikan ekosistem UMKM dengan program ini. Saat ini ada 50 UMKM yang terlibat, masing-masing melibatkan tenaga kerja lokal, yang menunjukkan dampak positif pada ekonomi lokal," jelasnya.
Selain itu, peluncuran program FUSION menjadi langkah strategis untuk memperkuat integrasi UMKM dalam rantai pasok pangan, khususnya di wilayah Jawa Barat. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian UMKM dan Regional Trade for Development, dengan dukungan dari pemerintah Australia dan Selandia Baru.
Riza menjelaskan, FUSION dirancang untuk memperkuat model pemberdayaan UMKM melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, termasuk penerapan prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, Social Inclusion) serta praktik bisnis ramah lingkungan.
Baca Juga: Helikopter Milik Matthew Air Hilang Kontak di Kalbar, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan
"Saya percaya program ini akan semakin memperkuat posisi UMKM dalam ekosistem MBG, tidak hanya di hulu tapi juga sampai hilir dengan pengolahan limbah makanan," katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah, dalam menjaga kualitas produk serta keberlanjutan program MBG.
Berdasarkan data BGN tahun 2026, sebanyak 38.938 UMKM telah terlibat dalam program MBG, dengan sekitar 80 persen kebutuhan bahan baku dipasok oleh pelaku UMKM.
Artikel Terkait
Kementerian UMKM Optimalkan MBG untuk Dukung UMKM Terdampak Bencana
Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital untuk Pengembangan Bisnis
Kolaborasi UMKM dan Usaha Besar Jadi Kunci Hadapi Tekanan Ekonomi Global
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Perkuat Peran UMKM dalam Rantai Pasok Program Prioritas Nasional
Kementerian UMKM Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tekanan Ekonomi Global