Masyarakat pun mulai mempertanyakan bagaimana pengawasan internal di Food Station selama ini berjalan.
Apakah celah ini bisa menimbulkan skandal serupa ke depan?
Perkuat Pengawasan dan Buka Laporan Publik
Langkah cepat diambil. Pramono langsung meminta manajemen Food Station untuk memperketat sistem pengawasan internal.
Tak hanya itu, kanal pengaduan publik juga dibuka bagi masyarakat. “Kami minta masyarakat melaporkan jika menemukan beras yang tidak sesuai standar ke nomor 0821-3700-1200,” tegas Pramono.
Langkah ini diharapkan menjadi upaya preventif agar tak ada lagi pelanggaran mutu pangan di Ibu Kota, khususnya oleh perusahaan milik daerah seperti Food Station.
Baca Juga: Kasus Beras Oplosan BUMD: DPRD DKI Desak Direksi Baru yang Punya Integritas dan Akuntabilitas Tinggi
Harus Berintegritas, Bukan Sekadar Jabatan
Dalam ernyataan terpisah sebelumnya, Pramono menekankan bahwa jajaran direksi BUMD harus diisi oleh orang-orang berintegritas, bukan hanya profesional.
Ia menyayangkan kejadian ini dan menyebut tidak akan memberi perlindungan hukum terhadap pelaku yang terbukti bersalah.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah lanjutan Julius Sutjiadi sebagai Plt Dirut. Apakah ia mampu mengembalikan citra Food Station yang tercoreng?
Atau justru menjadi ujian berikutnya bagi BUMD pangan terbesar Jakarta? ***
Artikel Terkait
Zulhas Tak Larang Beras Oplosan Tetap Beredar di Masyarakat
Polda Riau Tetapkan Distributor 9 Ton Beras Oplosan sebagai Tersangka
Usut Beras Oplosan Arahan Presiden Prabowo, Kejagung Panggil Enam Perusahaan, Ada Wilmar Group Hingga Food Station
4 dari 6 Perusahaan Mangkir dari Panggilan Kejagung soal Kasus Beras Oplosan: Wilmar dan Food Station Minta Tunda
26 Merek Diduga Beras Oplosan Naik Penyidikan, Prabowo Perintahkan Hukum Tegas Para Pelaku
Kasatgas Pangan: Dirut PT Food Station Bersama Direktur Operasional dan Kepala Seksi Quality Control Tersangka Beras Oplosan
Dirut Jadi Tersangka, Satgas Pangan Polri Sita 132 Ton Beras Oplosan Produksi PT Food Station
Kasus Beras Oplosan BUMD: DPRD DKI Desak Direksi Baru yang Punya Integritas dan Akuntabilitas Tinggi