KONTEKS.CO.ID - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan proses hukum terhadap pihak yang diduga memanipulasi data stok beras terus dilanjutkan.
Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Satgas Pangan.
Menurut Amran, manipulasi data stok berdampak serius terhadap harga beras di pasaran.
Akibatnya, para petani merugi karena harga menjadi tidak stabil.
“Satgas Pangan sedang menangani hal ini. Kami tidak ingin ada pihak yang mempermainkan nasib petani maupun konsumen,” ujar Amran dalam pernyataan resminya, Sabtu kemarin.
Meski pihak yang bersangkutan telah menyampaikan permintaan maaf kepada Satgas, Amran menegaskan proses hukum tidak akan dihentikan.
Baca Juga: Grafik Pasar Induk Beras Cipinang Tunjukkan Ada Permainan Mafia, 11 Ribu Ton Hilang dalam Sehari
“Mereka minta maaf, tapi saya tegaskan, pemeriksaan tetap berjalan. Ini tidak bisa dibiarkan,” katanya.
Ia menjelaskan, jika data stok dimanipulasi seolah-olah terjadi kekurangan, solusi yang diambil biasanya adalah impor.
Padahal, kata Amran, stok dalam negeri mencukupi.
“Kalau kita impor padahal stok cukup, yang rugi jelas petani. Mereka bisa kehilangan semangat produksi. Saya tidak akan membiarkan ada yang melemahkan petani kita,” tegasnya.
Baca Juga: Mentan Andi Bongkar Keanehan Stok Beras di Gudang Cipinang, Sebut Permainan 'Mafia'
Amran juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi petani dari permainan data yang merugikan.
Ia menyebut hal ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang terus mendorong penguatan sektor pertanian.
Artikel Terkait
Bulog Sebut Stok Cadangan Beras Pemerintah Capai 3,6 Juta Ton, Tertinggi dalam 57 Tahun
Vietnam-Thailand Waspadalah! Indonesia Mau Ekspor Beras ke Malaysia