• Sabtu, 18 April 2026

Satgas Pangan Bergerak, Manipulator Data Stok Beras Pasar Induk Cipinang Keringat Dingin

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Minggu, 8 Juni 2025 | 07:15 WIB
Wacana perpanjangan program bansos beras. (Ilustrasi foto: Pixabay/minthu)
Wacana perpanjangan program bansos beras. (Ilustrasi foto: Pixabay/minthu)

“Presiden memberi perhatian penuh pada pertanian, mulai dari bantuan pupuk hingga kebijakan harga yang pro-petani. Jangan sampai petani kita dizalimi. Kalau negara ingin kuat, maka petani harus dijaga,” jelas Amran.

Ia memastikan kondisi stok beras nasional saat ini dalam posisi aman. Namun, ada pihak-pihak yang sengaja memanipulasi data untuk menciptakan kesan kelangkaan.

“Stok beras kita melimpah, tapi ada yang mencoba mengubah data supaya terlihat seolah-olah pasokannya kurang,” ujarnya.

Baca Juga: Satgas Pangan Polri Bergerak Pantau Peredaran Obat Sirop Berbahan Kimia Berbahaya

Dalam kesempatan itu, Amran juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada petani di berbagai sektor, baik pangan, perkebunan, maupun peternakan.

“Petani kita jumlahnya sekitar 150 sampai 160 juta. Kalau mereka kuat, negara juga akan kuat,” tuturnya.

Sebelumnya, Satgas Pangan Mabes Polri telah melakukan investigasi terhadap isu kenaikan harga dan kelangkaan beras, khususnya di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta.

Investigasi dipimpin oleh Brigjen Pol Djoko Prihadi dan Brigjen Pol Kurniawan Affandi.

Satgas menemukan bahwa pasokan beras di PIBC sebenarnya dalam kondisi stabil, tidak ada lonjakan distribusi maupun kenaikan harga yang signifikan.

Mereka juga menemukan kejanggalan dalam data yang diinput oleh PT Food Station Tjipinang Jaya.

Baca Juga: Titiek Soeharto Apresiasi Beras Surplus 4 Juta Ton, Ungkap Peluang Ekspor  

Salah satu kejanggalan tersebut adalah data pengeluaran beras pada 28 Mei 2025 yang tercatat sebesar 11.410 ton.

Setelah dicek, angka itu ternyata bukan hasil perhitungan riil, melainkan berasal dari selisih stok akhir tanggal 27 Mei, ditambah pemasukan, lalu dikurangi hasil stok opname pada 28 Mei.

Selain itu, pengecekan lapangan juga dilakukan ke tiga toko besar di PIBC, yakni Idolaku, Sumber Raya, dan Sinar Jaya.

Ketiganya menyatakan distribusi harian mereka berlangsung normal dengan volume 30–400 ton, dan kenaikan harga hanya di kisaran Rp100–400 per kilogram, masih dalam batas wajar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X