KONTEKS.CO.ID - Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto bicara terkait surplus beras sebesar 4 juta ton.
Diketahui, stok cadangan beras pemerintah (CBP) menembus 4 juta ton atau tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1969.
Dia pun mengapresiasi pemerintah yang berhasil membuat cadangan beras mengalami surplus sebesar 4 juta ton.
Ketua Komisi IV DPR RI itu menilai, hasil tersebut bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan produksi beras nasional.
"Surplus beras ini adalah bukti nyata bahwa kebijakan pertanian kita sudah mulai menunjukkan hasil positif," ujar Titiek dalam keterangannya, Selasa 3 Juni 2025.
"Ini juga menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional," ucapnya.
Baca Juga: Pembatalan dan Pembahasan Diskon Tarif Listrik 50 Persen Ternyata Tak Libatkan Kementerian ESDM
Menurutnya, surplus 4 juta ton membuka peluang untuk meningkatkan ekspor beras ke negara-negara lain yang membutuhkan.
Hal ini harus dimanfaatkan dengan baik pemerintah supaya hasilnya bisa berdampak nyata bagi para petani.
"Dengan surplus ini, kita tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi bisa memanfaatkan peluang ekspor untuk meningkatkan pendapatan petani dan perekonomian nasional," kata dia.
Baca Juga: Menteri Ara Sebut Kuota Rumah Subsidi Cetak Rekor, Ungkap Peran Besar Sufmi Dasco
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung petani dan pemerintah dalam meningkatkan produksi beras dan menjaga ketahanan pangan nasional," lanjutnya.
Artikel Terkait
Walah, Pemerintah Batalkan Diskon Listrik 50 Persen, ini Alasannya!
Batalkan Diskon Listrik Rakyat Kecil, Kemenkeu Naikkan Pagu Anggaran Mobil Dinas Eselon I Jadi Rp931,6 Juta
Pemerintah Hapus Uang Saku Rapat dan Pulsa untuk PNS Mulai 2026
Menteri Ara Sebut Kuota Rumah Subsidi Cetak Rekor, Ungkap Peran Besar Sufmi Dasco
Pembatalan dan Pembahasan Diskon Tarif Listrik 50 Persen Ternyata Tak Libatkan Kementerian ESDM