KONTEKS.CO.ID - Pemerintah memainkan peran penting dalam memfasilitasi kesepakatan pasokan pupuk antara perusahaan Australia dan Indonesia di tengah krisis global.
Kesepakatan komersial tersebut melibatkan perusahaan pupuk terbesar Australia, Incitec Pivot, dengan PT Pupuk Indonesia.
Pemerintahan Prabowo Subianto turut membantu proses penjajakan hingga tercapainya kesepakatan.
Baca Juga: Gudang Ban di Cibodas Terbakar, Asap Hitam Picu Kepanikan Bikin Warga Berhamburan
PM Australia Anthony Albanese menyebut kerja sama ini menunjukkan pentingnya hubungan erat antarnegara di kawasan.
“Kesepakatan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga hubungan kuat dengan mitra regional,” kata Albanese.
Dalam beberapa hari terakhir, Albanese juga melakukan kunjungan ke Brunei dan Malaysia untuk memperkuat pasokan energi dan bahan baku pupuk, termasuk urea, di tengah disrupsi global.
Baca Juga: Bejat! Pria Tua Tukang Ojek Rayu Siswi SMP, Raba-raba Paha hingga Minta Peluk Cium Sepulang Sekolah
Presiden Incitec Pivot, Scott Bowman, menegaskan keberlanjutan produksi pertanian Australia sangat penting.
Terutama bagi ketahanan pangan kawasan, termasuk negara-negara Asia Tenggara.
“Australia merupakan pemasok pangan utama bagi Asia Tenggara, tidak terkecuali buat Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: 155 Siswa di Anambas Terkapar Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Orang Tua Ikut Getahnya
Meski kesepakatan telah tercapai, Bowman menilai masih diperlukan langkah lanjutan.
Hal itu untuk memastikan seluruh kebutuhan petani dapat terpenuhi pada musim tanam mendatang.***
Artikel Terkait
Ikuti Jejak Purbaya, Kini Muncul ‘Lapor Pak Amran’: Petani Boleh Lapor Apa saja, Mulai Harga Pupuk hingga Traktor
Ribuan Distributor Pupuk Dijatuhi Sanksi, Izin Operasional Dicabut
Pupuk Nanosilika dari Silika Panas Bumi Mampu Tingkatkan Produktivitas Tanaman hingga 50 Persen
Harga Pupuk Melonjak Imbas Penutupan Selat Hormuz, Dirut Pupuk Jamin Tak Berdampak ke RI
Turis Australia Tewas Tenggelam di Kolam Hotel Legian Bali, Sempat Dikira Bercanda