• Sabtu, 18 April 2026

155 Siswa di Anambas Terkapar Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Orang Tua Ikut Getahnya

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Jumat, 17 April 2026 | 04:52 WIB
Seratusan siswa di Anambas, Kepri diduga keracunan MBG (Foto: TikTok/@datambg)
Seratusan siswa di Anambas, Kepri diduga keracunan MBG (Foto: TikTok/@datambg)

KONTEKS.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah seratusan siswa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.

Total sedikitnya 155 korban tercatat berasal dari jenjang PAUD hingga SMP. Peristiwa ini terjadi setelah menu MBG yang dikirim oleh SPPG Air Asuk pada Rabu, 15 April 2026, dikonsumsi para siswa.

Tak hanya anak-anak, sejumlah orang tua juga bahkan dilaporkan ikut mengalami gejala serupa setelah ikut menyantap makanan milik anak mereka.

Baca Juga: Sekolah di Cilincing Berani Tolak Paket MBG Bikin Petugas SPPG Bengong, Isinya Cuma Risol dan Roti Keras Tanpa Susu

Korban Dirawat di Dua Faskes

Akibat kejadian tersebut, para korban harus mendapatkan penanganan medis di dua fasilitas kesehatan berbeda, yakni RSUD Palmatak dan Puskesmas Siantan Tengah.

Di RSUD Palmatak, sebanyak 114 orang tercatat menjalani perawatan. Dari jumlah itu, 110 pasien telah diizinkan pulang, sedangkan empat lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Sementara di Puskesmas Siantan Tengah, terdapat 41 korban. Sebanyak 26 pasien sudah kembali ke rumah, sedangkan 15 lainnya masih dalam observasi dan penanganan medis.

Sampel Makanan Dikirim ke Batam

Pemerintah daerah kini masih menelusuri penyebab pasti insiden tersebut. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menyebut hasil pasti masih menunggu pemeriksaan laboratorium.

“Sampel akan dikirim ke Batam untuk diperiksa di BPOM atau Labkesmas guna memastikan penyebab pastinya,” ucapnya kepada awak media pada Kamis, 16 April 2026.

Langkah ini diambil agar penyebab gangguan kesehatan para korban dapat dipastikan secara ilmiah, apakah berasal dari bahan makanan, proses distribusi, atau faktor lainnya.

SPPG Dihentikan Sementara

Sebagai tindak lanjut awal, operasional SPPG Air Asuk dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional.

Penghentian sementara ini dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan massal tersebut.

Keputusan ini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang sebelum penyebab utama ditemukan.

Baca Juga: Mubazir Parah! Puluhan Ompreng MBG Tak Secuil pun Dimakan Siswa, Telur Ceplok hingga Salak Busuk Bikin Mual

Sebelumnya, kondisi penanganan korban turut menjadi perhatian publik setelah video dari salah satu fasilitas kesehatan beredar di media sosial.

Unggahan akun TikTok @datambg pada Kamis, 16 April 2026 memperlihatkan satu ruangan penuh pasien yang diduga korban keracunan.

Dalam video berdurasi 46 detik itu, terlihat beberapa siswa harus berbagi satu tempat tidur karena keterbatasan ruang perawatan.

Sejumlah pasien juga tampak terpasang infus. Video tersebut telah ditonton puluhan ribu kali dan memicu beragam reaksi masyarakat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X