KONTEKS.CO.ID - Penelitian dosen Fakultas MIPA Universitas Jember (Unej) membuka fakta mengejutkan, bahwa kawasan Erek-Erek Geoforest menyimpan jejak tumbuhan purba yang sudah ada sejak puluhan juta tahun lalu.
Tim peneliti menemukan dua jenis paku pohon, yaitu Cyathea contaminans dan Cyathea orientalis, yang tergolong sebagai “fosil hidup” karena diperkirakan telah eksis sejak 65 juta tahun silam.
Ketua tim peneliti, Hari Sulistyowati, mengaku terkejut dengan kondisi kawasan tersebut yang masih sangat alami.
Baca Juga: Indonesia Jadi Kunci Pasokan saat Dunia Kelebihan Nikel
“Ketika kami memulai riset di Erek-erek Geoforest, kami takjub dengan kondisi alamnya, seperti sedang masuk ke hutan di era dinosaurus,” ujarnya.
Paku pohon ini ditemukan tumbuh subur di ketinggian 1.600-1.700 mdpl, dengan tinggi mencapai enam hingga 10 meter.
Lingkungan yang lembap, kanopi hutan rapat, serta ketersediaan air melimpah menjadi faktor utama yang menjaga kelestariannya.
Baca Juga: Viral Nama Yenna Yuliana, Bos Pemenang Tender Motor Listrik MBG Rp2,4 T yang Tak Dikenal RT Setempat
Selain itu, kondisi geografis kawasan yang terlindungi oleh bentang alam Gunung Rante diduga membuat wilayah ini selamat dari dampak letusan Gunung Ijen purba di masa lalu.
“Tak heran jika kondisinya masih terjaga, seperti ribuan tahun lalu,” kata Hari.
Temuan ini memperkuat posisi Erek-erek Geoforest sebagai kawasan penting dalam studi biodiversitas dan evolusi tumbuhan di Indonesia.***
Artikel Terkait
Deforestasi Brutal di Kapuas Hulu: Ribuan Hektar Hutan Lenyap Jadi Sawit, Masyarakat Adat Melawan
Menyibak Rahasia Hutan Kelola Marubeni Lolos dari Banjir Sumatra
Warga Pulau Obi Terjepit Tambang Harita Nikel, Laut dan Hutan Rusak
Satwa Dilindungi, Perdagangan Enam Kucing Hutan Berhasil Digagalkan di Medan