• Sabtu, 18 April 2026

Sekolah di Cilincing Berani Tolak Paket MBG Bikin Petugas SPPG Bengong, Isinya Cuma Risol dan Roti Keras Tanpa Susu

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Selasa, 14 April 2026 | 09:45 WIB
Viral sekolah di Cilincing,Jakarta Utara tolak paket MBG karena menunya membosankan dan dinilai tak bergizi
Viral sekolah di Cilincing,Jakarta Utara tolak paket MBG karena menunya membosankan dan dinilai tak bergizi

KONTEKS.CO.ID - Aksi penolakan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh dua sekolah di Cilincing, Jakarta Utara, mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial. 

Video yang memperlihatkan guru menolak distribusi makanan tersebut viral dan memicu berbagai respons dari masyarakat.

Dua sekolah tersebut, yakni MTsN 4 dan MAN 8 Cilincing, secara terbuka menolak paket MBG yang dikirim.

Penolakan ini bukan tanpa alasan, melainkan dipicu oleh kualitas menu yang dinilai tidak memenuhi standar gizi bagi siswa.

Baca Juga: Mubazir Parah! Puluhan Ompreng MBG Tak Secuil pun Dimakan Siswa, Telur Ceplok hingga Salak Busuk Bikin Mual

Menu Membosankan dan Tak Layak

Para guru menyampaikan bahwa menu MBG yang dikirim cenderung berulang dan tidak bervariasi.

Kondisi ini membuat siswa merasa bosan dan dinilai tidak mendukung kebutuhan nutrisi harian mereka.

Dalam video yang beredar, salah satu guru menyampaikan penolakannya secara langsung kepada petugas pengantar makanan.

"Maaf ya bang ya, hari ini kita nggak mau nerima dulu lah kalau menunya begitu lagi bang," ucap seorang guru dalam video yang diunggah akun Instagram @negeriparabegundal.id, Selasa, 14 April 2026.

Guru tersebut menilai menu yang diberikan tidak mencerminkan program makan bergizi sebagaimana yang diharapkan.

Tanpa Susu, Berisi Risol dan Roti Keras

Sorotan utama tertuju pada isi paket MBG yang disebut hanya berisi risol dan roti dengan tekstur keras. Tidak adanya susu dalam paket tersebut semakin memperkuat alasan penolakan.

Kondisi makanan yang dinilai kurang layak konsumsi ini membuat pihak sekolah memilih tidak menerima distribusi, demi menjaga kualitas asupan siswa.

Meski menolak, pihak guru menegaskan bahwa sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah.

Mereka justru mendukung program MBG, namun meminta kualitas pelaksanaannya diperbaiki.

Guru juga menolak jika siswa hanya dijadikan formalitas dalam pelaporan program.

"Nggak lah, saya nggak mau tanda tangan. Nggak usah diturunin (ompreng MBG-nya)," tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pihak sekolah hanya menginginkan program berjalan sesuai tujuan, bukan sekadar seremonial belaka.

Baca Juga: Heboh Lapak Sarapan 'MBG' di Tebet Pasang Logo Mirip BGN, Singkatannya Malah Bikin Geleng Kepala

Setelah penolakan tersebut, petugas dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlihat kebingungan.

Mereka akhirnya memutuskan kembali tanpa menurunkan paket makanan dari kendaraan.

Situasi ini menjadi gambaran nyata adanya persoalan di lapangan terkait implementasi program MBG.

Kritik terhadap pelaksanaan program MBG belakangan marak terjadi. Banyak pihak menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh, terutama terkait kualitas menu dan pengawasan distribusi.

Program yang seharusnya meningkatkan gizi siswa justru berpotensi kehilangan kepercayaan jika tidak dijalankan dengan standar yang baik dan maksimal.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X