• Sabtu, 18 April 2026

Rekam Jejak Karier Syafrin Liputo, Pernah 'Nonjob' Era Ahok Kini Jabat Wali Kota Jakarta Selatan

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Kamis, 16 April 2026 | 09:23 WIB
Syafrin Liputo resmi diangkat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan (Foto: Instagram/@dalops_dishubdkijakarta)
Syafrin Liputo resmi diangkat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan (Foto: Instagram/@dalops_dishubdkijakarta)

KONTEKS.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung secara resmi melantik 11 pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov DKI Jakarta pada Rabu, 15 April 2026, di Balai Kota. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Syafrin Liputo.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta itu kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, menggantikan pejabat sebelumnya, M. Anwar.

Penunjukan ini menandai fase baru dalam perjalanan panjang birokrasi Syafrin yang selama ini dikenal luas sebagai figur teknokrat di sektor transportasi.

Sosok Lama dengan Peran Baru

Nama Syafrin Liputo bukanlah wajah baru di lingkup pemerintahan ibu kota. Selama menjabat sebagai Kadishub, ia terlibat dalam berbagai kebijakan strategis transportasi Jakarta.

Baca Juga: Kadishub DKI Syafrin Liputo Pastikan Tarif Transjakarta Bakal Naik, Ini Sebabnya

Sebelum resmi dilantik, ia juga telah melewati tahapan uji kelayakan dan kepatutan di DPRD DKI Jakarta pada Selasa, 14 April 2026.

Proses ini menjadi bagian dari mekanisme seleksi untuk memastikan kompetensi pejabat yang akan menduduki jabatan strategis.

Kini, dengan tanggung jawab baru sebagai wali kota, Syafrin dihadapkan pada tantangan yang lebih luas, tidak hanya soal transportasi, tetapi juga tata kelola wilayah perkotaan.

Rekam Jejak Panjang di Dunia Transportasi

Karier Syafrin di sektor transportasi dimulai sejak 2006, saat ia menjabat sebagai Kepala Seksi Data dan Informasi di Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Sejak itu, kariernya terus berkembang melalui berbagai posisi penting.

Ia pernah menjadi Kepala Seksi Angkutan Orang Dalam Trayek, lalu dipercaya memimpin Bidang Angkutan Darat, hingga menjabat Kepala Bidang Pengendalian Operasional.

Pengalamannya juga meluas ke tingkat nasional saat ia bergabung dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), sebelum kembali ke Jakarta.

Pada 2019, dirinya pun dipercaya menjadi Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, posisi yang membuat namanya semakin dikenal publik.

Baca Juga: Pramono Anung Pastikan Penerapan WFH di Pemprov DKI Jakarta Bukan Hari Rabu, Ini Alasannya

Pernah 'Nonjob' Era Ahok, Kini Kembali di Puncak

Perjalanan karier Syafrin tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami fase nonjob pada masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saat terjadi perombakan besar di jajaran birokrasi.

Kendati demikian, ia mampu bangkit dan kembali meniti karier hingga dipercaya memegang jabatan strategis, termasuk di tingkat kementerian melalui BPTJ.

Pengalaman tersebut justru memperkaya perspektifnya dalam menghadapi dinamika birokrasi dan kebijakan publik.

Latar Belakang Akademik yang Kuat

Pria kelahiran Gorontalo, 26 Maret 1971 ini memiliki fondasi pendidikan yang relevan dengan bidang yang digelutinya.

Ia meraih gelar Sarjana Transportasi Darat dari STTD Bekasi pada 1998, kemudian melanjutkan Magister Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta.

Tak berhenti di situ, ia juga menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Indonesia pada 2014 di bidang Ilmu Lingkungan.

Baca Juga: Pramono Anung Copot Lurah Kalisari Soal Aduan Aplikasi JAKI Dibalas Foto AI

Kombinasi pengalaman praktis dan akademik ini menjadi modal penting dalam menjalankan tugas barunya.

Harapan di Jabatan Baru

Dengan pengalaman panjang di sektor transportasi dan birokrasi, Syafrin diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi Jakarta Selatan.

Tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari penataan wilayah, pelayanan publik, hingga menjaga keseimbangan pembangunan di tengah kompleksitas ibu kota.

Penunjukan ini sekaligus menjadi ujian apakah rekam jejak teknokratnya dapat diterjemahkan menjadi kepemimpinan wilayah yang efektif.****

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X