• Sabtu, 18 April 2026

Sehari 7,6 Ton Lebih Ikan Sapu-sapu Ditumpas di Jakarta Timur

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Jumat, 17 April 2026 | 20:43 WIB
Pengendalian ikan sapu-sapu di wilayah Jakarta Timur menunjukkan hasil signifikan dengan total tangkapan mencapai 763 kilogram dari berbagai titik penanganan. (Dok: Istimewa)
Pengendalian ikan sapu-sapu di wilayah Jakarta Timur menunjukkan hasil signifikan dengan total tangkapan mencapai 763 kilogram dari berbagai titik penanganan. (Dok: Istimewa)

 

KONTEKS.CO.ID - Upaya pengendalian ikan sapu-sapu di wilayah Jakarta Timur menunjukkan hasil signifikan dengan total tangkapan mencapai 763 kilogram dari berbagai titik penanganan.

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menjelaskan bahwa Kecamatan Kramat Jati menjadi penyumbang terbesar dengan 200 kilogram, diikuti Makasar 150 kilogram, Duren Sawit dan Pasar Rebo masing-masing 80 kilogram.

Sementara itu, wilayah lain seperti Cakung menyumbang 60 kilogram, Jatinegara dan Ciracas masing-masing 50 kilogram, Cipayung 53 kilogram, Matraman 30 kilogram, serta Pulogadung 10 kilogram.

Menurut Taufik, terdapat 10 lokasi prioritas dalam kegiatan ini, termasuk Dermaga Edu Eko Wisata Kali Ciliwung di Cililitan, Pintu Air Gunung Antang di Palmeriam, Kali Buaran 2 di Duren Sawit, hingga Kali Sunter Sipon Kalimalang di Cipinang Melayu.

“Upaya ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam menekan populasi ikan invasif yang selama ini dianggap mengganggu keseimbangan lingkungan perairan di Jakarta,” terangnya, Jumat, 17 April 2026.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu karena berpotensi tercemar limbah berbahaya seperti merkuri.

“Tentu yang lebih utama adalah kita mengonsumsi makanan sehat. Untuk itu, hasil tangkapan pengendalian ikan sapu-sapu ini langsung dimusnahkan dengan metode yang juga ramah lingkungan,” katanya.

Dukungan terhadap langkah ini datang dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi. Ia menilai pengendalian ikan sapu-sapu penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sungai di Ibu Kota.

“Saya sebagai anggota DPRD DKI Jakarta tentu sangat mendukung kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu ini. Tujuannya jelas, untuk menjaga ekosistem sungai,” ujarnya.

Hilda menambahkan, langkah yang dipimpin Gubernur Pramono Anung merupakan bentuk nyata komitmen menjaga lingkungan. Ia menyoroti bahwa ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif yang berkembang pesat dan dapat merusak ekosistem, bahkan struktur turap sungai.

Selain itu, ia juga mengingatkan potensi bahaya ikan tersebut jika dikonsumsi.

“Perlu pemantauan dan kepedulian bersama agar ekosistem sungai tetap terjaga, bersih, dan aman. Jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar aksi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota administrasi. Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian spesies invasif yang telah mendominasi lebih dari 60 persen perairan Jakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X