KONTEKS.CO.ID - Indonesia mulai memanfaatkan peluang besar pasar durian China dengan mengirimkan ekspor langsung senilai Rp42,9 miliar atau sekitar USD2,5 juta.
Pengiriman sebanyak 459 ton durian beku itu diberangkatkan dari Palu, Sulawesi Tengah, belum lama ini.
Langkah ini menjadi tonggak penting setelah pada 2025 China resmi membuka akses impor langsung durian beku asal Indonesia.
Baca Juga: TNI AU Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar ke Lanud Supadio
Sebelumnya, produk durian nasional harus melalui negara perantara seperti Vietnam, Thailand, atau Malaysia sebelum masuk ke pasar China.
Kepala Karantina Sulawesi Tengah, Alfian, menyebut pembukaan jalur langsung ini memberikan keuntungan signifikan bagi eksportir.
“Ekspor langsung ke China tidak hanya memangkas biaya logistik, tetapi juga membuka peluang keuntungan besar,” ujarnya.
Baca Juga: Satgas Damai Cartenz Baku Tembak dengan KKB Kodap XVI Yahukimo di Distrik Seredala
“Itu karena harga durian di sana bisa lima hingga tujuh kali lipat dibanding di dalam negeri.”
Permintaan durian di China sendiri diperkirakan mencapai USD8 miliar per tahun atau sekitar Rp120 triliun.
Fakta itu menjadikannya salah satu pasar paling potensial bagi Indonesia.
Baca Juga: Debut Koh Hendra Setiawan Jadi Pelatih di Thomas Cup 2026: Panggilan Jiwa, Harus Siap Tempur!
Sejauh ini, Indonesia telah mengekspor sedikitnya 151 kontainer durian dengan nilai mencapai Rp377,5 miliar.
Dengan akses langsung yang kini terbuka, potensi peningkatan ekspor diperkirakan akan semakin besar.***
Artikel Terkait
Masih Terisolir 2 Bulan Pascabencana, Warga Aceh Tengah Harus Terobos Sungai Deras demi Angkut Durian
Malaysia Habis-habisan Genjot Wisata Durian Demi Target 47 Juta Turis
Viral KUA Simangumban Promo Menikah Dapat Durian
Kementerian UMKM Genjot Ekspor Produk Lokal ke China, Dorong Durian hingga Sarang Walet