KONTEKS.CO.ID - Australia berhasil mengamankan pasokan 250 ribu ton pupuk dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan petani yang terdampak kelangkaan global.
Kesepakatan ini dicapai di tengah terganggunya rantai pasok akibat krisis di Timur Tengah.
PM Australia Anthony Albanese mengatakan pasokan tersebut mencakup sekitar 20 persen kebutuhan pupuk untuk musim tanam mendatang.
Baca Juga: Gudang Ban di Cibodas Terbakar, Asap Hitam Picu Kepanikan Bikin Warga Berhamburan
“Ini adalah hasil signifikan bagi petani kami,” ujar Albanese dalam pernyataan resmi, Kamis, 16 April 2026.
Ia menekankan ketersediaan pupuk sangat krusial, tidak hanya bagi produksi pangan Australia, tetapi juga ketahanan pangan kawasan.
Gangguan distribusi global terjadi setelah konflik di Timur Tengah berdampak pada jalur pelayaran, termasuk penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran.
Baca Juga: Bejat! Pria Tua Tukang Ojek Rayu Siswi SMP, Raba-raba Paha hingga Minta Peluk Cium Sepulang Sekolah
Sekitar sepertiga pupuk yang dikirim melalui jalur laut biasanya berasal dari kawasan Teluk, sehingga pasokannya kini tersendat.
Lonjakan harga diesel dan ketidakpastian pasokan pupuk sebelumnya sempat memicu kekhawatiran petani Australia tidak dapat melakukan penanaman.
Kesepakatan dengan Indonesia ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran tersebut sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan nasional.***
Artikel Terkait
Ribuan Distributor Pupuk Dijatuhi Sanksi, Izin Operasional Dicabut
Pupuk Nanosilika dari Silika Panas Bumi Mampu Tingkatkan Produktivitas Tanaman hingga 50 Persen
Harga Pupuk Melonjak Imbas Penutupan Selat Hormuz, Dirut Pupuk Jamin Tak Berdampak ke RI
Dua Turis Australia Tewas dalam Sepekan di Bali, Pemerintah Sampaikan Duka