• Sabtu, 18 April 2026

Hakim AS Izinkan Donald Trump Laksanakan Program Pensiun Dini Pegawai Federal

Photo Author
Al Gregory, Konteks.co.id
- Kamis, 13 Februari 2025 | 21:02 WIB
Hakim AS Izinkan Program Pensiun Dini Pegawai Federal  (voaindonesia.com)
Hakim AS Izinkan Program Pensiun Dini Pegawai Federal (voaindonesia.com)

KONTEKS.CO.ID - Hakim Distrik AS George O'Toole, pada Rabu 12 Februari 2025, telah mengizinkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk melaksanakan program pensiun dini pegawai federal. Saat ini Donald Trump bergerak untuk merombak dan merampingkan pemerintah.

Mengutip dari VOAIndonesia, putusan itu disebut memberikan kemunduran bagi serikat pekerja yang mencoba menghentikan rencana tersebut.

Keputusan ini membuka jalan bagi pemerintahan presiden dari Partai Republik itu untuk segera mencoba menyelesaikan program tersebut. Meski begitu serikat pekerja dapat meminta pengadilan lain untuk menghentikan program tersebut.

Baca Juga: BSI Resmi Jadi Bank Bulion Pertama di Indonesia, Bisnis Emas Melonjak

Hakim federal di Boston itu membatalkan perintah yang ia keluarkan sebelumnya yang telah menghentikan program tersebut atas desakan serikat pekerja yang mewakili lebih dari 800.000 pegawai federal.

O'Toole menyimpulkan bahwa serikat pekerja tidak memiliki kedudukan hukum untuk menentang aturan tersebut.

Federasi Pegawai Pemerintah Amerika (AFGE) dan serikat pekerja lain telah menyebut tawaran pensiun dini pemerintah, yang disebut penangguhan pengunduran diri, kepada lebih dari 2 juta pegawai sipil federal sebagai tindakan yang melanggar hukum.

Baca Juga: Kilas Balik Vonis Harvey Moeis, dari 6,5 Penjara dan Dinilai Sopan, Kini Bertambah Jadi 20 Tahun

Kantor Manajemen Personalia, yang mengumumkan program itu dalam email tanggal 28 Januari berjudul "Fork in the Road". Pada Senin 10 Februari 2025, mereka memberi tahu pegawai bahwa mereka bermaksud menutup program tersebut bagi pendaftar baru segera setelah diizinkan secara hukum.

Hingga Jumat, sekitar 65.000 pegawai federal telah mendaftar untuk menerima tawaran itu, kata seorang pejabat Gedung Putih, sementara pemerintahan Trump meningkatkan rencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja yang luas di seluruh pemerintahan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jimmy Radjah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X