• Sabtu, 18 April 2026

Makin Brutal! Israel Bombardir Jembatan Vital Lebanon, Akses Selatan Lumpuh Total

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Jumat, 17 April 2026 | 13:19 WIB
Israel bombardir jembatan vital Lebanon (Foto: Anadolu)
Israel bombardir jembatan vital Lebanon (Foto: Anadolu)

KONTEKS.CO.ID - Serangan udara Israel kembali mengguncang Lebanon setelah sebuah jembatan penting di wilayah selatan dilaporkan hancur total pada Kamis, 16 April 2026.

Infrastruktur vital itu selama ini menjadi penghubung utama antara kawasan Tyre dan kota Sidon.

Media Lebanon menyebut serangan tersebut menargetkan Jembatan Qasmiyeh, salah satu jalur paling strategis di wilayah selatan negara itu.

Dua Serangan Beruntun

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon, pesawat tempur Israel melancarkan dua serangan berturut-turut ke area jembatan hingga bangunan itu runtuh sepenuhnya.

Baca Juga: Israel dan Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari, Trump Campur Tangan

Serangan tersebut memutus jalur penyeberangan terakhir yang menghubungkan wilayah Tyre dengan Sidon dan daerah lain di Lebanon.

Sebelum serangan utama terjadi, area sekitar jembatan juga dilaporkan sempat disasar drone.

Peran Penting Jembatan Qasmiyeh

Jembatan Qasmiyeh selama ini dikenal sebagai jalur krusial di Lebanon selatan. Infrastruktur tersebut menghubungkan sektor barat, tengah, dan timur wilayah selatan.

Selain menjadi jalur kendaraan pribadi, jembatan itu juga digunakan untuk distribusi barang, mobilitas warga, serta akses logistik antarwilayah.

Sumber lokal menyebut jembatan itu sebelumnya sudah mengalami kerusakan akibat serangan udara, namun kali ini hancur total.

Infrastruktur Kembali Jadi Sasaran

Serangan terbaru menunjukkan bahwa infrastruktur sipil kembali terdampak dalam eskalasi konflik yang terus berlangsung.

Kerusakan pada jembatan diperkirakan akan mengganggu pergerakan warga, distribusi kebutuhan pokok, hingga akses layanan darurat di wilayah selatan.

Israel disebut terus melancarkan operasi militer di berbagai wilayah Lebanon sejak serangan lintas batas oleh Hizbullah pada 2 Maret.

Baca Juga: Heboh Anggota Parlemen Polandia Bentangkan Bendera Israel Berlogo Nazi Picu Kecaman Dunia, AS Ikut Sewot!

Serangan itu berlangsung meskipun sebelumnya terdapat perjanjian gencatan senjata yang diumumkan pada November 2024.

Korban Terus Bertambah

Otoritas kesehatan Lebanon menyatakan dampak konflik sejak Maret sangat besar. Lebih dari 2.160 orang dilaporkan tewas, lebih dari 7.000 lainnya terluka, sementara lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi.
  
Hancurnya Jembatan Qasmiyeh menambah daftar panjang kerusakan infrastruktur di Lebanon dan menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan belum mereda.

Dengan jalur utama terputus dan korban terus bertambah, tekanan kemanusiaan di Lebanon diperkirakan akan semakin berat dalam waktu dekat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X