KONTEKS.CO.ID - Situasi panas terjadi di parlemen Polandia setelah seorang anggota legislatif dari kubu oposisi melakukan aksi yang memicu kemarahan luas.
Konrad Berkowicz, anggota partai nasionalis sayap kanan Konfederacja, membentangkan bendera Israel versi modifikasi dengan simbol swastika alias logo Nazi di tengahnya.
Aksi tersebut dilakukan di hadapan anggota parlemen lainnya, disertai tudingan keras terhadap Israel terkait konflik di Timur Tengah.
Samakan Israel dengan Nazi
Dalam pernyataannya, Berkowicz melontarkan kritik tajam yang langsung memicu kontroversi.
Baca Juga: Roket Hizbullah Hantam Pasukan Israel di Lebanon, 5 Tentara Zionis Luka Parah
"Israel sedang melakukan genosida dengan kekejaman luar biasa di depan mata kita," kata Konrad Berkowicz kepada para anggota parlemen, membandingkan negara itu dengan "Reich Ketiga yang baru".
Pernyataan tersebut diperkuat dengan aksinya mengangkat bendera kertas yang telah dimodifikasi, mengganti simbol Bintang Daud dengan lambang Nazi.
Reaksi Keras dari Parlemen
Aksi tersebut langsung disambut kemarahan dari anggota parlemen lain. Reaksi emosional muncul mengingat sejarah kelam Polandia sebagai lokasi berbagai kamp konsentrasi Nazi saat Perang Dunia II.
Ketua parlemen menilai tindakan itu melampaui batas.
Pengibaran simbol swastika disebut sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan, dan pimpinan sidang segera mengumumkan langkah untuk menjatuhkan sanksi kepada Berkowicz atas aksinya menampilkan simbol Nazi di ruang resmi negara.
Bikin Israel Murka
Kecaman keras juga datang dari pihak Israel. Kedutaan Besar Israel di Polandia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kebencian terhadap Yahudi.
Dalam pernyataannya, mereka menyebut aksi itu sebagai "kengerian anti-Semit" dan mendesak otoritas Polandia segera mengambil tindakan tegas.
Baca Juga: Juru Bicara Iran Sebut Kerugian Teheran Akibat Dibombardir AS-Israel Mecapai Rp4.623 Triliun
"Saat para penyintas Holocaust berpawai di Auschwitz hari ini, tindakan anti-Yahudi yang keji ini sangat mengerikan," tulis kedutaan besar Israel dalam sebuah pernyataan di platform X.
Terjadi saat Peringatan Holocaust
Insiden ini terjadi bertepatan dengan penyelenggaraan March of the Living, sebuah acara tahunan untuk mengenang korban Holocaust di lokasi bekas kamp konsentrasi Auschwitz.
Auschwitz sendiri dikenal sebagai simbol tragedi kemanusiaan terbesar, di mana jutaan orang Yahudi menjadi korban pembantaian oleh Nazi Jerman.
Data sejarah mencatat sekitar satu juta orang Yahudi dan lebih dari 100.000 non-Yahudi tewas di lokasi tersebut antara tahun 1940 hingga 1945.
Dalam kesempatan yang sama, Berkowicz juga menuduh militer Israel menggunakan fosfor putih dalam operasi militernya di Timur Tengah.
Ia menggambarkan dampak senjata tersebut sebagai penyebab luka serius hingga kematian, terutama bagi warga sipil.
Organisasi Human Rights Watch sebelumnya juga pernah menuding Israel menggunakan fosfor putih secara ilegal di Lebanon Selatan saat operasi melawan Hizbullah.
Baca Juga: Geger Puluhan Ribu Lebah Serbu Kota di Israel, Ramai Dikaitkan dengan Pertanda Buruk
Namun, pihak Israel menyatakan belum dapat mengonfirmasi tuduhan tersebut.
Amerika Serikat Ikut Tersulut
Reaksi keras juga datang dari perwakilan Amerika Serikat (AS) di Polandia. Dubes AS untuk Polandia, Tom Rose mengecam keras tindakan Berkowicz melalui media sosial.
"Malu, malu, malu pada Anda!! Mungkin Anda pun menyadari bahwa kami orang Yahudi tidak mudah lagi diperlakukan semena-mena, bukan?" tulis Dubes Tom Rose di akun X pribadinya.
"Kami berdiri bersama teman-teman kami dan kami tahu bagaimana cara berjuang dan mengalahkan musuh-musuh kami!!!" timpalnya.***
Artikel Terkait
Sejumlah Menteri Israel Beri Sinyal Zionis Segera Serang Iran Lagi
Negara Arab Kecam Keras Penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh Menteri Israel Itamar Ben-Gvir: Pelanggaran Berat Hukum Internasional
Juru Bicara Iran Sebut Kerugian Teheran Akibat Dibombardir AS-Israel Mecapai Rp4.623 Triliun
Geger Puluhan Ribu Lebah Serbu Kota di Israel, Ramai Dikaitkan dengan Pertanda Buruk
Roket Hizbullah Hantam Pasukan Israel di Lebanon, 5 Tentara Zionis Luka Parah