KONTEKS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan bahwa konflik antara AS, Israel, dan Iran berada di ambang akhir.
Pernyataan ini muncul di tengah belum adanya kesepakatan damai yang konkret dari jalur diplomasi.
Komentar tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan media AS yang ditayangkan pada Rabu, 15 April 2026.
Konflik Mendekati Akhir
Dalam wawancara bersama Maria Bartiromo, Trump menunjukkan optimisme bahwa perang tidak akan berlangsung lama lagi.
Baca Juga: PM Pakistan Dekati Arab Saudi dan Turki, Rintis Perundingan AS-Iran Lagi
"Saya pikir ini hampir berakhir, ya. Maksud saya, saya melihatnya sangat dekat dengan akhir," kata Trump kepada pembawa acara Fox Business, Maria Bartiromo, ketika ditanya apakah akhir dari perang tersebut.
Pernyataan ini memperkuat narasi bahwa Washington melihat momentum menuju deeskalasi.
Meski optimistis, Trump juga memberikan peringatan implisit terkait dampak konflik terhadap Iran.
Ia menilai negara tersebut akan membutuhkan waktu panjang untuk pulih jika perang benar-benar berakhir dalam kondisi saat ini.
"Anda tahu, jika saya meninggalkan negara itu sekarang, mereka akan membutuhkan waktu 20 tahun untuk membangun kembali negara itu, dan kita belum selesai. Kita lihat saja apa yang terjadi. Saya pikir mereka sangat ingin membuat kesepakatan," tambah Trump.
Menariknya, Bartiromo mengungkapkan bahwa dalam percakapan yang sama, Trump beberapa kali merujuk konflik tersebut seolah-olah sudah selesai.
Hal ini mendorongnya untuk bertanya secara langsung mengenai status perang tersebut.
"Dia berkata: 'Sudah berakhir,'" kata Bartiromo, menggambarkan percakapan tersebut.
Perbedaan nuansa pernyataan ini memunculkan interpretasi beragam mengenai posisi sebenarnya pemerintah AS.
Negosiasi di Islamabad Buntu
Sementara itu, jalur diplomasi belum menunjukkan hasil nyata. Pembicaraan langsung antara AS dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan pada akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan.
Pertemuan tersebut bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Meski gagal, upaya untuk melanjutkan perundingan masih terus dilakukan.
Baca Juga: Diam-diam Iran Buka Komunikasi dengan Turki di Tengah Gencatan Senjata, Ada Apa?
Harapan Baru untuk Dialog Lanjutan
Trump tetap membuka peluang bagi kelanjutan dialog. Ia menyebut pembicaraan baru antara AS dan Iran bisa kembali digelar dalam waktu dekat di Pakistan.
Sinyal ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi belum sepenuhnya ditutup, meskipun situasi di lapangan masih rentan.
Sebelumnya, Pakistan berhasil memediasi gencatan senjata selama dua pekan yang mulai berlaku pada 8 April 2026. Hingga kini, kesepakatan tersebut masih berjalan.
Namun, tanpa kesepakatan permanen, gencatan senjata ini tetap berisiko runtuh sewaktu-waktu.***
Artikel Terkait
Mantan Bos CIA Sebut UU Tahun 1967 Dibuat untuk Pemakzulan Presiden Trump yang Tidak Waras
Paus Leo XIV Lawan Balik Trump: Saya Tidak Takut Bicara Lantang demi Damai!
Trump Viral Unggah Foto AI Jadi Yesus Usai Sebut Paus Leo XIV Lemah! Marjorie Taylor Greene: Ini Keterlaluan
Keterlaluan! Klaim Militer Iran Sudah Hancur Lebur, Trump Malah Bawa-bawa Nama 'Allah'
Trump 'War' dengan Paus Leo XIV: Kalau Bukan Karena Saya, Dia Tak di Vatikan!