• Sabtu, 18 April 2026

Keterlaluan! Klaim Militer Iran Sudah Hancur Lebur, Trump Malah Bawa-bawa Nama 'Allah'

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Selasa, 14 April 2026 | 10:59 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump klaim militer Iran sudah hancur hingga bawa-bawa nama 'Allah' (Foto: AFP)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump klaim militer Iran sudah hancur hingga bawa-bawa nama 'Allah' (Foto: AFP)

KONTEKS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menjadi pusat perhatian setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial cenderung mengejek di tengah memanasnya konflik dengan Iran.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menggunakan frasa religius 'puji syukur kepada Allah' saat membahas situasi militer Iran, sebuah diksi yang langsung memicu perdebatan publik terutama di kalangan umat muslim.

Klaim Militer Iran Hancur Lebur

Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa kekuatan militer Iran mengalami kerusakan signifikan akibat konflik yang berlangsung. Ia menyebut sejumlah komponen penting pertahanan Iran telah lumpuh.

Baca Juga: Sejumlah Menteri Israel Beri Sinyal Zionis Segera Serang Iran Lagi

Menurutnya, Angkatan Laut dan Angkatan Udara Iran mengalami kehancuran besar, termasuk sistem pertahanan udara, radar, serta fasilitas produksi rudal dan drone.

“Yang terpenting, para pemimpin mereka yang telah lama berkuasa kini telah tiada, puji syukur kepada Allah!” tulis Trump, dikutip pada Selasa, 14 April 2026.

Penggunaan Nama 'Allah' Jadi Sorotan

Ini bukan kali pertama Trump menggunakan istilah tersebut dalam konteks konflik dengan Iran.

Sebelumnya, ia juga menyebut 'Allah' ketika menekan Iran terkait akses di Selat Hormuz.

Dalam tekanan tersebut, Trump bahkan menyertakan ancaman keras, termasuk kemungkinan penghancuran infrastruktur strategis Iran apabila tuntutan Washington tidak dipenuhi.

Ancaman Ekstrem hingga Kritik Sekutu

Retorika Trump tidak berhenti pada klaim militer. Ia juga melontarkan ancaman ekstrem terhadap Iran, dengan menyebut kemungkinan tindakan yang dapat menghapus peradaban negara tersebut jika tidak mengikuti keinginan AS.

Pernyataan kontroversial Donald Trump bawa-bawa nama Allah di Truth Social (Foto: Truth)


Selain itu, Trump turut menyindir negara-negara sekutu yang selama ini bergantung pada peran Washington dalam menjaga stabilitas kawasan, khususnya terkait keamanan jalur energi global.

“Sungguh luar biasa, mereka tidak memiliki keberanian atau kemauan untuk melakukan pekerjaan ini sendiri,” ujarnya.

Negara-negara yang disinggung mencakup kekuatan besar seperti China, Jepang, Korea Selatan, Prancis, hingga Jerman.

Baca Juga: Iran dan AS Gagal Capai Kata Sepakat, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 Per Barel

Diplomasi Berjalan di Tengah Retorika Keras

Pernyataan keras Trump muncul di tengah proses diplomasi antara AS dan Iran yang baru saja berakhir tanpa kesepakatan.

Pembicaraan damai digelar di Islamabad, menghadirkan perwakilan tingkat tinggi dari kedua negara.

Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh JD Vance, sementara Iran diwakili oleh Mohammad Bagher Ghalibaf dan Seyed Abbas Araghchi.

Situasi ini menunjukkan kontras tajam antara jalur diplomasi yang sedang diupayakan dengan pernyataan publik yang cenderung konfrontatif.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X