- Radar AESA Thales RBE2
- Sistem peperangan elektronik SPECTRA
- Helmet Mounted Display (HMD)
- Infrared Search and Track (IRST)
Baca Juga: Ribut-Ribut saat 3 Penyidik KPK Jadi Saksi, Pengacara Hasto Protes Berat
Insiden Penembakan
Jet Rafale yang menjadi korban dalam insiden ini diduga sedang menjalankan misi patroli di wilayah perbatasan sensitif.
Menurut laporan awal, jet tersebut terdeteksi oleh radar pertahanan udara Pakistan dan ditembak menggunakan sistem rudal darat-ke-udara (SAM).
Meskipun Rafale memiliki sistem penghindaran dan perlindungan canggih seperti SPECTRA, insiden ini menunjukkan adanya kemungkinan celah dalam strategi atau manuver operasional.
Respons dan Dampak
Pihak India belum memberikan pernyataan resmi secara rinci, namun insiden ini jelas mencoreng citra kekuatan udara India, yang sebelumnya membanggakan akuisisi Rafale sebagai langkah strategis unggul.
Sementara itu, Pakistan mengklaim keberhasilan ini sebagai bukti efisiensi sistem pertahanan udaranya.
Baca Juga: Staf Hasto Sebut Ditipu Penyidik Soal Penyitaan Ponsel, KPK Klaim Sudah Sesuai Prosedur
Pengamat militer menyatakan bahwa kejadian ini dapat memicu evaluasi ulang terhadap penggunaan Rafale dalam operasi perbatasan dan menyoroti pentingnya pelatihan serta integrasi sistem dalam pertempuran modern.***
Artikel Terkait
Spesifikasi Jet Tempur Canggih Milik China, Pakai Teknologi Siluman
Indonesia Ingin Gabung dalam Proyek Jet Tempur Turki dan Kapal Selam
Boeing Janji Produksi Jet Tempur F-15EX di Indonesia, Nilai Kontrak Rp235 Triliun
Jet Tempur, Rudal Canggih, Kapal Perang, Sniper Amankan Prosesi Penguburan Paus Fransiskus: Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Vatikan