KONTEKS.CO.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan ingin turut ambil bagian dalam pengembangan jet tempur generasi kelima “KAAN” serta proyek kapal selam bersama industri pertahanan Turki.
Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Ankara, Kamis lalu.
“Indonesia ingin berpartisipasi dalam pengembangan jet tempur generasi kelima ‘KAAN’ dan juga pembangunan kapal selam bersama industri Turki,” ujar Presiden Prabowo.
Program KAAN sendiri merupakan proyek jet tempur canggih yang tengah dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI), sebagai respons Turki terhadap dikeluarkannya negara itu dari program F-35 Amerika Serikat, setelah Ankara membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia.
Pernyataan Prabowo disampaikan dalam konferensi pers bersama Erdogan, di tengah semakin eratnya hubungan antara Ankara dan Jakarta.
Pada hari yang sama, kedua negara juga menandatangani tiga kesepakatan kerja sama di bidang budaya, manajemen bencana, dan media.
Kesepakatan ini menambah daftar 13 perjanjian yang sebelumnya telah ditandatangani pada Februari lalu, menurut media Turki.
“Kami menginginkan kemitraan yang lebih kuat lagi,” ujar Prabowo, dikutip dari media setempat saat konferensi pers.
Jet tempur KAAN berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya pada Februari 2024, dengan mencapai ketinggian 8.000 kaki dan kecepatan 230 knot, menurut TAI.
Prototipe kedua dan ketiga dijadwalkan untuk terbang pada akhir tahun ini dan awal tahun depan.
“Kami akan melakukan pengujian intensif terhadap kedua prototipe ini,” kata Manajer Umum TAI, Mehmet Demiroglu, dalam wawancara dengan Breaking Defense pada Februari lalu.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya berencana mempercepat masa pengujian agar dapat mulai produksi dan mengirimkan pesawat ke Angkatan Udara Turki pada 2028–2029.
Dalam wawancara tersebut, Demiroglu menyebut banyak negara yang berminat untuk bergabung dalam program KAAN, meski tidak menyebutkan secara spesifik negara-negara tersebut.
Ia mengatakan kerja sama semacam ini memerlukan waktu dan keputusan tingkat tinggi. Meski begitu, ia yakin KAAN akan menjadi program bersama antarnegara.
Artikel Terkait
Bursa Turki Hancur Lebur hingga Trading Halt, Lira Terjun Bebas dan Politik Makin Panas
Turki Bergejolak! Ratusan Ribu Warga Tuntut Pembebasan Imamoglu