KONTEKS.CO.ID - Penghapusan istilah zonasi dan ujian dalam sistem pendidikan dasar dan menengah di Indonesia masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sebelumnya telah mengumumkan bahwa istilah zonasi dan ujian akan dihapus.
Hasil kajian Kementerian Pendidikan telah diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretaris Kabinet.
Baca Juga: Pantangan Imlek 2025, Hindari 5 Hal Ini Agar Keberuntungan dan Berkah Tetap Mengalir!
"Sudah kami serahkan hasil kajian Kementerian kepada Bapak Presiden melalui Seskab,” kata Abdul Mu'ti seperti dikutip pada Rabu, 22 Januari 2025.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan akhir tentang sistem PPDB tahun 2025 akan diputuskan melalui sidang kabinet.
“Sehingga kapan sistem ini diputuskan sepenuhnya kami menunggu arahan dan kebijaksanaan Bapak Presiden," katanya.
Baca Juga: Makna dan Kisah Sejarah Angpao Imlek, Tradisi Berkah yang Penuh Keberuntungan di Tahun 2025
Seperti disampaikan sebelumnya oleh Abdul Mu’ti, penggantian ini merupakan bagian dari upaya perbaikan sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif dan adaptif.
"Tak bocorin sedikit saja, nanti tidak akan ada kata-kata ujian lagi. Kata-kata ujian tidak ada," ungkap Abdul Mu'ti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 20 Januari 2025.
Selain ujian, istilah zonasi juga akan diganti dengan nama baru. Abdul Mu'ti menyatakan bahwa istilah pengganti tersebut telah dirumuskan, namun ia meminta masyarakat bersabar hingga aturan baru resmi diumumkan.
Baca Juga: Pernah Live Stream Bersama Neo Nazi, Sekarang Elon Musk Pasang Gestur Nazi di Pelantikan Trump
"Sekadar bocoran, nanti kata-kata zonasi tidak ada lagi, diganti dengan kata lain. Nah, kata lainnya apa? Tunggu sampai keluar," ujarnya.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Sebut Libur Sekolah Selama Bulan Ramadan adalah Hoaks!
Menteri Nusron Wahid Gamblang Jelaskan Anak-anak Aguan Kuasai Lahan di Desa Kohod
Beredar Rekaman Suara Diduga Detik-Detik Menteri Dikti Saintek Satryo Soemantri Marah dan Memukul
Makna dan Kisah Sejarah Angpao Imlek, Tradisi Berkah yang Penuh Keberuntungan di Tahun 2025
Rekam Jejak Menteri Satryo, Didemo Anak Buah Karena Arogan: Lahir di Belanda dan Dikenal sebagai Ilmuwan ITB
Menteri Satryo Dituding Suka Marah dan Tampar ASN, Istana: Bisa Selesai dari Hati ke Hati