KONTEKS.CO.ID - Rencana perombakan struktur kabinet yang drastis diungkap oleh pengamat militer dan politik, Selamat Ginting.
Menurut dia, ada wacana serius di lingkar kekuasaan untuk membubarkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai gantinya, sebuah lembaga baru bernama Danantara disebut-sebut akan mengambil alih peran pengelolaan aset-aset negara.
Informasi mengejutkan ini, menurut Ginting, datang dari seorang tokoh senior yang memiliki akses ke lingkaran dalam pemerintahan.
Pembubaran ini menjadi salah satu agenda reformasi birokrasi yang paling fundamental yang akan dijalankan oleh Prabowo.
“Tokoh senior mengatakan bahwa BUMN akan ditiadakan karena sudah ada Danantara,” ujar Selamat Ginting dalam sebuah video di kanal Youtube Total Politik, terlihat Kamis 18 September 2025.
Baca Juga: Pemerintah Galau soal Cukai Rokok 2026, DPR Ancam: Tarif Naik, Industri Ambyar!
Langkah ini, jika benar-benar terealisasi, akan mengubah total lanskap pengelolaan perusahaan pelat merah di Indonesia.
Pembubaran Kementerian BUMN akan mengakhiri era di mana BUMN dikelola di bawah satu kementerian teknis yang rentan terhadap politisasi.
Kehadiran Danantara, yang kemungkinan besar akan dirancang sebagai super holding atau lembaga investasi negara, diharapkan dapat membuat pengelolaan BUMN menjadi lebih profesional, efisien, dan terbebas dari intervensi politik praktis.
Baca Juga: Defisit APBN Bengkak Jadi Rp689 Triliun, Menkeu Purbaya Pasang Badan
Ginting menganalisis, wacana ini sejalan dengan visi besar Prabowo untuk melakukan efisiensi dan debirokratisasi.
Penghapusan Kementerian BUMN akan memangkas jalur komando dan birokrasi yang selama ini dianggap terlalu panjang dan berbelit.
Artikel Terkait
Thaksin Shinawatra Dipenjara, Danantara: Kami Hormati Proses Hukum
Pemerintah Siapkan KUR Perumahan Rp130 Triliun, Danantara: Ada Rp25 Triliun di BTN
KPK Minta Pemerintah Tegas Buat Aturan Haramkan Rangkap Jabatan Komisaris BUMN
Kementerian BUMN Kemungkinan Dilebur ke Danantara, Kursi Menteri akan Diisi Pejabat Ad Interim
Kursi Menteri BUMN Masih Belum Terisi Usai Reshuffle Kabinet, Rosan Roeslani Jadi Kandidat Potensial?