Diplomat Indonesia mengatakan mereka tidak meminta penundaan resmi terhadap aturan tersebut dan menggarisbawahi tidak ada konsesi mengenai EUDR yang direncanakan dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Uni Eropa dan Indonesia.
Baca Juga: Ada Sinyal Kuat Erick Thohir Geser Jadi Menpora
"Saat ini tidak, tapi kami berharap demikian," kata seorang diplomat.
Menurut para diplomat, beberapa pembeli minyak sawit sudah beralih ke Malaysia-produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia—karena pemenuhan persyaratan geolokasi dianggap lebih mudah.
Brussels dan Jakarta diperkirakan akan menyimpulkan CEPA di Indonesia pada 23 September, meskipun kota tuan rumah belum dikonfirmasi, menurut beberapa sumber.***
Artikel Terkait
Investigasi LSM Inggris, Mobil Karavan dari AS Picu Deforestasi di Kalimantan
Google Didenda Antimonopoli Rp56 Triliun oleh Uni Eropa, Gara-Gara Adtech
Google Banding Putusan Denda Jumbo dari Uni Eropa, Klaim Layanan Iklan Digital Bersih dari Monopoli
Uni Eropa dan Indonesia Telah Menyepakati Perjanjian Dagang
Kesepakatan Baru, Nilai Perdagangan Uni Eropa dan Indonesia Diprediksi Tembus Rp986 Triliun