Mayor SS kemudian dilepas dari pegangan anggota Brimob.
Sebelumnya Konteks.co.id menulis, Seorang pria yang diduga menjadi provokator demonstrasi di Jakarta ditangkap pihak kepolisian.
Baca Juga: Pemda Ditarget Inflasi Tidak Boleh Melewati 3,5 Persen, Begini Omongan Mendagri
Disebutkan, penangkapan dilakukan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 29 Agustus 2025 kemarin.
Saat ditangkap, pria tersebut mengenakan baju hijau dan celana panjang abu-abu. Beredar kabar, pria tersebut intel dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
Foto penangkapan dan identitas pria tersebut beredar luas di media sosial. Dalam foto identitas yang tersebar, pria tersebut bernama Sudi Suwarno.
Dia berpangkat Mayor Infanteri dengan nomor NRP 21960328960875 dan menjabat sebagai Komandan Tim 2 Den IV Satuan Intel Bais TNI.
Dalam kartu anggota itu juga disebutkan, dia diizinkan membawa pistol sebagai persenjataan saat bertugas yakni, jenis Sig Sauer P224 Sas produksi Jerman dengan kaliber 9 mm.
Baca Juga: Korban Tewas Demo Agustus Betot Perhatian Internasional, Prabowo Harus Segera Bentuk TGPF
Kartu anggota yang beredar itu tertulis, berlaku hingga 31 Desember 2025.
Kartu tersebut dikeluarkan di Jakarta, pada 19 Desember 2024 dan ditandatangani Laksamana Pertama Kemas M Ikhwan Madani, Ssos. Msi.
"Pemegang surat izin ini bertanggung jawab atas segala akibat yang disebabkan dari penggunaan senjata api," tulis keterangan di bagian belakang kartu tersebut, mengutip Minggu, 31 Agustus 2025.
Kemudian, tertulis pula jika terjadi kehilangan kartu segera melaporkan kepada Provost Denma BAIS TNI.
"Bagi yang menemukan kartu ini harap mengembalikan kepada BAIS TNI JL Kalibata Raya No.24, Jakarta Selatan," tulis keterangan selanjutnya.***
Artikel Terkait
Penyamaran Terbongkar, Viral Video Pria Diduga Intel Panik Todong Pistol ke Mahasiswa Demonstran Tolak UU TNI
Cegah Premanisme, Kejagung Ikut Kerahkan Intel
Jokowi Disebut Pengkhianat? Eks Intel TNI Bongkar Alasan Prabowo Ragu Kirim Gibran ke Papua
Polisi Tangkap Pria Diduga Provokator Demonstrasi di Jakarta, Kantongi Kartu Intel TNI
Analis Militer: Penyebarluasan Identitas Intel Bisa Picu Konflik TNI-Polri