• Sabtu, 18 April 2026

Kompolnas Desak Polisi Ungkap Dalang Mafia Beras Oplosan: Selalu Ada Aktor Besar

Photo Author
Rat Nugra, Konteks.co.id
- Rabu, 16 Juli 2025 | 21:49 WIB
Kata Kompolnas, kejahatan pangan tidak cukup libatkan pemain lapangan tapi selalu ada aktor besar di baliknya. (Ilustrasi Freepik)
Kata Kompolnas, kejahatan pangan tidak cukup libatkan pemain lapangan tapi selalu ada aktor besar di baliknya. (Ilustrasi Freepik)

KONTEKS.CO.IDKompolnas desak Polri segera ungkap dalang beras oplosan yang diduga melibatkan jaringan besar.

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam menekankan bahwa proses hukum kasus pengoplosan beras harus berjalan dengan akuntabel dan mempertimbangkan stabilitas ekonomi nasional.

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menilai pentingnya langkah cepat dan akuntabel dari aparat kepolisian agar praktik serupa tak terulang dan tidak mengganggu stabilitas ekonomi.

Baca Juga: Sudirman Said Bongkar Rahasia: Jokowi Kewalahan Soal Riza Chalid dan Papa Minta Saham

“Soal beras ini, soal pangan ini adalah kebutuhan pokok bersama. Saya kira segera ditangani dan segera diumumkan, dan siapapun pelakunya di balik itu harus ditindak dengan tegas,” kata Anam di kawasan Ancol, Jakarta Utara pada Rabu, 16 Juli 2025.

Meski begitu, Anam menjelaskan, penyelidikan sering kali dilakukan secara tertutup terlebih dahulu dalam kasus-kasus yang menyangkut ekonomi dan kebutuhan masyarakat luas seperti pangan sebelum diumumkan ke publik.

"Biasanya kalau soal-soal ekonomi yang melibatkan masyarakat banyak dan mempengaruhi kondisi ekonomi, memang strateginya diberesin dulu secara internal, baru diumumkan langsung to the point,” katanya.

Baca Juga: Babak Pertama Japan Open 2025 Jadi Saksi Tersungkurnya Para Pemain Tunggal Putra Unggulan Dunia

Kompolnas uga telah bertemu dengan jajaran Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri untuk membahas isu beras oplosan itu.

Anam menyebut bahwa penyidik saat ini tengah mendalami unsur-unsur penting dari praktik pengoplosan tersebut.

“Yang paling penting dalam konteks barang itu memang komposisi barangnya, kualitas barangnya oplosan atau enggak, jumlahnya oplosan atau enggak, habis itu soal harga dimainkan atau enggak. Nah, itu tugas mereka, dan mereka sedang menjalankan itu,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Akal Bulus Pejabat Kemendikbudristek Loloskan Laptop Chromebook: Ganti Vendor dalam Semalam

Ia mengingatkan, kasus-kasus sebelumnya yang berkaitan dengan minyak dan gula membuktikan bahwa kejahatan pangan tidak cukup hanya melibatkan pemain lapangan. Selalu ada aktor besar di baliknya.

“Dalam konteks pangan ini kan kita pernah punya pengalaman minyak, pernah punya pengalaman gula, ya sekarang beras. Saya kira dengan berbagai pengalaman itu, tidak cukup pemain lapangan,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rat Nugra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X