• Sabtu, 18 April 2026

ESDM Bongkar Jurus Rahasia Dongkrak Produksi Minyak Nasional, Nomor 3 Mengejutkan!

Photo Author
Alexander Sigit Atmaja, Konteks.co.id
- Kamis, 22 Mei 2025 | 16:30 WIB
Kilang minyak. (iStock)
Kilang minyak. (iStock)

KONTEKS.CO.ID - Dalam upaya mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan energi nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan strategi besar-besaran untuk menggenjot produksi minyak siap jual atau lifting nasional.

Langkah ini menjadi bagian dari target ambisius pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan produksi minyak hingga mendekati satu juta barel per hari dalam beberapa tahun ke depan.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas, Ariana Soemanto, menjelaskan bahwa ada tiga strategi utama yang menjadi fokus kementerian dalam mendorong kenaikan produksi migas.

“Strategi ini kami rancang berdasarkan potensi sumber daya yang belum optimal dan kebutuhan untuk menjaga ketahanan energi nasional,” kata Ariana dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang.

Baca Juga: TWICE Jadi Brand Ambassador Richeese Factory, ONCE Heboh: Harus Ada Photocard!

1. Pemanfaatan Teknologi Modern

Langkah pertama adalah optimalisasi teknologi terbaru dalam eksplorasi dan produksi. Teknologi canggih seperti Enhanced Oil Recovery (EOR), digitalisasi pemantauan sumur, serta pemetaan geologi berbasis kecerdasan buatan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi dari sumur-sumur yang selama ini dianggap tidak ekonomis.

“Dengan adopsi teknologi, kita tidak hanya bicara soal peningkatan produksi, tetapi juga efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan,” jelas Ariana.

2. Reaktivasi Ribuan Sumur Minyak Menganggur

Strategi kedua adalah reaktivasi sumur-sumur minyak yang selama ini berstatus idle alias tidak aktif. Ariana menyebut bahwa Indonesia memiliki sekitar 4.500 sumur idle yang tersebar di berbagai wilayah, sebagian besar berada di bawah pengelolaan PT Pertamina (Persero).

Dari total sumur tersebut, sekitar 1.700 sumur akan ditangani langsung oleh Pertamina, sementara sisanya sekitar 2.500 sumur akan digarap melalui skema kerja sama kemitraan dengan investor swasta maupun asing.

Tahun ini, pemerintah menargetkan lelang terhadap 500 sumur idle, termasuk 60 sumur lepas pantai (offshore). Sisanya akan masuk dalam program strategis nasional hingga 2028.

“Kita membuka data-data sumur ini untuk mitra strategis. Semua proses akan dilakukan secara transparan dan berbasis data teknis,” ujar Ariana.

Baca Juga: Peneliti BRIN Sebut Isu Jaksa Agung ST Burhanuddin Dicopot Bentuk Serangan Balik  

3. Ekspansi Eksplorasi Wilayah Kerja Baru

Langkah ketiga adalah eksplorasi agresif terhadap wilayah kerja baru, terutama di area yang selama ini belum tersentuh. Eksplorasi ini dirancang untuk menemukan cadangan baru guna menggantikan cadangan yang mulai menipis di lapangan-lapangan tua.

Menurut Ariana, pemerintah telah menyusun peta jalan eksplorasi nasional hingga 2030, yang mencakup rencana tender puluhan wilayah kerja migas baru setiap tahunnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rat Nugra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X