“Kita harus kembali membangkitkan semangat eksplorasi nasional. Potensi migas kita masih besar, khususnya di Indonesia Timur dan wilayah laut dalam,” ungkapnya.
Pemerintah juga berupaya menyederhanakan perizinan serta memberikan insentif fiskal bagi investor yang ingin masuk ke proyek eksplorasi berisiko tinggi. Diharapkan langkah ini dapat menarik minat investor besar dan mempercepat penemuan cadangan baru.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Perseteruan Jennifer Coppen dengan Adik Mendiang Suaminya, Zoe Wassink
Transparansi dan Kemitraan jadi Kunci
Ariana menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa dicapai sendirian. Diperlukan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta, baik domestik maupun internasional.
Pertamina juga telah membuka data idle well kepada Satgas Hulu Migas dan siap bermitra dengan investor yang memenuhi syarat teknis dan finansial. ***
Artikel Terkait
Reaksi Menteri ESDM Bahlil yang Kaget saat Ditanya BBM Subsidi Bakal Dihapus di 2027
Pastikan Video Erupsi Gunung Gede Hoaks, Begini Penjelasan Badan Geologi ESDM
ESDM Ungkap RI Sudah Punya Reaktor Nuklir, Tapi Belum Dimanfaatkan
Kementerian ESDM Ungkap 14 Proyek Smelter Indonesia Bernilai Rp142,77 Triliun, Setengahnya Masih Mangkrak
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Bakal Evaluasi Izin Proyek Migas yang Mangkrak, Minta Izin ke Prabowo