KONTEKS.CO.ID - Sebanyak 100 orang peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimma) Polri Angkatan 73 mengikuti pelatihan kesehatan mental menggunakan metode USEFT (Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique).
Pelatihan yang berlangsung di Lembang, Bandung, pada 26 Februari 2025 ini bertujuan untuk membekali para perwira pertama Polri dari seluruh Indonesia dengan teknik pengelolaan emosi yang efektif dalam menghadapi tekanan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kepolisian.
Pelatihan metode USEFT dengan fasilitator dari Yayasan Kesehatan Mental Keluarga (KYMK) bersama Bening Psikologi berfokus pada peningkatan keterampilan pengelolaan mental.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Religi di Netflix: Teman Ngabuburit yang Sarat Makna di Bulan Ramadan
Metode USEFT dikenal sebagai teknik yang cepat dan praktis dalam membantu mengatasi stres, meningkatkan fokus, serta menjaga stabilitas emosional dalam situasi yang menuntut pengambilan keputusan cepat dan tepat.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Kasespim) Lemdiklat Polri Irjen Pol Rudi Darmoko menyatakan, materi kesehatan mental merupakan upaya mendorong lahirnya para perwira Polri tingkat pertama dengan kepribadian unggul dan berhati nurani.
"Peserta didik harus dalam kondisi optimal, tetapi ketika mereka datang ke sini, kita tidak bisa menjamin mereka sudah selesai masalah dengan dirinya sendiri. Kondisi mental yang sehat ini penting Agar pembelajaran dapat diterima sesuai tujuan," papar Rudi Darmoko saat ditemui Konteks di sela acara pelatihan.
Pelatihan metode USEFT sudah diawali pada Sespimma angkatan 72. Semula dilaksanakan pada bagian akhir perkuliahan dan membawa hasil positif bagi peningkatan mental peserta didik.
Berdasarkan evaluasi, pada angkatan 73, metode USEFT dilakukan pada awal sebagai bekal untuk memastikan kondisi optimal dalam mengikuti materi perkuliahan selanjutnya.
"Mandat dari Kalemdiklat Polri kepada kami seluruh anggota harus bahagia. Untuk itulah menjadi penting penerapan metode USEFT dilakukan di awal, agar para serdik sebelum memulai pembelajaran dalam kondisi yang prima mentalnya. Kesehatan mental merupakan kunci kebahagiaan," jelas Rudi Darmoko.
Baca Juga: Pemerintah Siap Lelang 64 Blok Migas Hingga 2028, Ini Daftarnya
Lebih jauh, peraih Adhi Makayasa Akpol 1993 ini menjelaskan, metode USEFT juga telah diimplementasikan pada pembelajaran di tingkat Sespimen dan Sespimti. Sebab, metode ini mudah dilakukan dan dapat dilakukan secara mandiri.
"Harapan kami, jika para peserta didik mampu menyelesaikan persoalan emosional dan mental pribadinya, selain optimal dalam belajar, juga efektif untuk merevolusi mental yang dapat digunakan sebagai bagian dari peningkatan pelayanan dari kepolisian kepada masyarakat dengan lebih baik," imbuhnya.
Artikel Terkait
Vily Rudi Darmoko: Kesehatan Mental Berawal dari Keluarga
Emosi Tidak Stabil dan Punya Phobia, Atasi dengan Metode USEFT
Vily Rudi Darmoko Kampanyekan Kesehatan Mental untuk Hidup Bahagia Lewat Metode USEFT
Tingkatkan Profesionalisme, Polres Cirebon Kota Ikuti Pelatihan Kesehatan Mental Metode USEFT
Vily Rudi Darmoko Dorong Kepeloporan Perempuan dalam Kesehatan Mental Keluarga melalui Metode USEFT