• Sabtu, 18 April 2026

Filipina Cairkan Dana Darurat Rp5,6 Triliun untuk Menghadapi Krisis Energi Global

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Rabu, 25 Maret 2026 | 13:45 WIB
Malampaya Gas Fund menanggung beban pencairan dana darurat untuk krisis energi di Filipina. (Malampaya)
Malampaya Gas Fund menanggung beban pencairan dana darurat untuk krisis energi di Filipina. (Malampaya)

KONTEKS.CO.ID - Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menginstruksikan pencairan dana darurat PHP20 miliar atau sekitar Rp5,6 triliun.

Pencairan ini untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar di tengah krisis minyak global yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Menurut pernyataan Departemen Anggaran dan Manajemen (DBM), Rabu, 25 Maret 2026, dana tersebut akan dialokasikan ke Departemen Energi melalui Special Allotment Release Order dan Notice of Cash Allocation.

Baca Juga: Terobosan Fintech 2026! Surabaya Jadi Saksi KTT Keuangan Internasional Indonesia-Tiongkok, Ada Teknologi Baru?

Anggaran itu bersumber dari Malampaya Gas Fund yang disimpan dalam Special Account in the General Fund.

“Pendanaan ini akan dibebankan pada Malampaya Gas Fund, sehingga sumber daya dapat segera digunakan untuk kebutuhan keamanan energi nasional tanpa mengganggu program prioritas lainnya,” kata DBM.

Dana PHP20 miliar tersebut digunakan untuk menjalankan Emergency Energy Security Programme.

Baca Juga: SPBU Shell Masih Belum Jual BBM, Sebut Terkendala Izin Impor

Itu adalah program pemerintah yang bertujuan menjaga ketersediaan bahan bakar, mencegah gangguan pasokan, dan meredam dampak gejolak harga minyak dunia.

Anggaran itu dipandang bisa mendukung pengadaan strategis berbagai jenis bahan bakar, termasuk solar, bensin, dan LPG.

Dengan begitu diharapkan mampu memperkuat cadangan energi nasional, menstabilkan harga di SPBU, serta memastikan operasional sektor-sektor vital.

Baca Juga: Krisis Timur Tengah, Produsen Keramik Desak Pemerintah Terapkan Kewajiban Pasar Domestik

Contohnya transportasi, logistik, pertanian, layanan darurat, dan industri pendukung lainnya tetap berjalan.

DBM menjelaskan program ini akan dieksekusi Philippine National Oil Company Exploration Corp. (PNOC-EC), yang telah memulai proses pengadaan untuk menambah pasokan domestik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X