• Sabtu, 18 April 2026

Filipina Darurat Energi Nasional, Ini Langkah-Langkah yang Diambil Pemerintahan Marcos

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Rabu, 25 Maret 2026 | 06:45 WIB
Pengendara motor mengisi BBM di SPBU di Filipina. (Jire Carreon)
Pengendara motor mengisi BBM di SPBU di Filipina. (Jire Carreon)

KONTEKS.CO.ID - Pemerintah Filipina bergerak cepat setelah Presiden Ferdinand Marcos Jr. pada Selasa kemarin mengumumkan keadaan darurat energi nasional.

Keputusan ini diambil menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia dan mengancam stabilitas pasokan energi negara.

Dalam perintah eksekutif yang dirilis ke publik, Marcos menyebut konflik tersebut telah menciptakan ketidakpastian besar di pasar energi global.

Baca Juga: Presiden Marcos Menyatakan Filipina Darurat Energi Nasional, Imbas Konflik Timur Tengah

Kondisi ini, kata Marcos, menimbulkan bahaya yang mengancam pasokan energi Filipina.

Sebagai respons, pemerintah membentuk komite khusus yang bertugas memastikan pergerakan, distribusi, dan ketersediaan bahan bakar, pangan, obat-obatan, produk pertanian, dan barang-barang pokok lainnya tetap berjalan lancar.

Deklarasi darurat yang berlaku hingga satu tahun tersebut memberikan kewenangan tambahan bagi pemerintah untuk mempercepat pembelian bahan bakar dan produk minyak bumi, termasuk melakukan pembayaran muka jika diperlukan.

Baca Juga: Kekuatan Penuh! India Umumkan Skuad untuk Thomas dan Uber Cup 2026

Langkah ini memungkinkan pemerintah melompati proses birokrasi yang biasanya memakan waktu panjang.

Menteri Energi Sharon Garin menyebut Filipina memiliki cadangan bahan bakar sekitar 45 hari berdasarkan tingkat konsumsi saat ini.

Namun pemerintah tetap menyiapkan skenario antisipasi dengan membangun stok penyangga.

Baca Juga: Viral Suami Ikat Istri Pakai Sarung Naik Motor, Cara Ekstrem Lawan Kantuk saat Mudik Lebaran

“Kami sedang berupaya mendapatkan 1 juta barel minyak dari negara-negara di dalam maupun luar Asia Tenggara,” ujar Garin.

Ia menambahkan, ketidakpastian pengiriman masih mungkin terjadi dalam pemesanan berikutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X