KONTEKS.CO.ID - Sedikitnya 18 orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah kapal feri yang mengangkut ratusan penumpang tenggelam di perairan Filipina selatan, Senin, 26 Januari 2026.
Hingga kini, operasi pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan puluhan orang yang dinyatakan hilang.
Penjaga Pantai Filipina menyebut kapal MV Trisha Kerstin 3 membawa lebih dari 350 orang, terdiri atas 332 penumpang dan 27 awak kapal.
Baca Juga: Kapolri Janjikan Panggilan Darurat 110 Direspons Maksimal 10 Detik, Polisi Datang ke TKP 10 Menit
Kapal tersebut tenggelam sekitar pukul 01.50 dini hari saat berlayar dari Zamboanga menuju Jolo, Provinsi Sulu.
Sebanyak 316 orang berhasil dievakuasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan penjaga pantai dan unsur militer.
Namun, sedikitnya 24 orang masih belum ditemukan.
Baca Juga: Update Kasus Lula Lahfah: Reza Arap Ada di TKP dan Temuan Barang Bukti Medis di Lantai 25
Komandan Penjaga Pantai Distrik Mindanao Selatan, Romel Dua, mengatakan kondisi perairan yang relatif tenang membantu mempercepat proses evakuasi.
Meski demikian, ia menegaskan pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan.
Pihak berwenang saat ini tengah menyelidiki penyebab tenggelamnya kapal.
Baca Juga: Spill di Sidang Chromebook: Eks Pejabat Ngaku Terima USD7.000, Sebut Uang 'Terima Kasih' Vendor
Sejumlah pesawat dan kapal militer dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian di lokasi kejadian.***
Artikel Terkait
Timnas Indonesia U-22 Kalah dari Filipina di SEA Games 2025, Indra Sjafri Kambing Hitamkan Permainkan Skuad Garuda
Australia–Filipina Selidiki Jejak Mindanao Pelaku Kekerasan Bersenjata di Bondi Beach
Gunung Sampah Setinggi 20 Lantai Ambruk di Cebu Filipina, 6 Tewas dan 32 Orang Masih Hilang
Indonesia Buka Negosiasi Baru Pembelian KF-21 Block-2, Khawatir Tertinggal dari Filipina