Situasi itu membuat bisnis kecil sulit mencari alternatif dari dalam negeri.
Baca Juga: Wow, Kopi Nusantara Raih Potensi Transaksi Rp123 Miliar di Pameran Jenewa
Importir kopi, teh, dan rempah menghadapi tantangan besar dalam mencari pasokan karena sifat produk ini yang sangat spesifik.
Anjali Bhargava, pendiri Anjali’s Cup, menjelaskan perusahaannya bergantung pada teh dari India serta rempah dari Vietnam, Thailand, Afrika, dan Amerika Selatan.
Ia menekankan tarif tinggi AS hingga 50 persen untuk teh dari India memaksa merek kecil memilih antara mempertahankan kualitas atau tetap bertahan secara finansial.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Mbok Yem Dulunya Pencari Rempah Jamu di Gunung Lawu
Perusahaan besar mungkin bisa menyerap kenaikan biaya atau menimbun stok impor, tetapi peritel kecil sering kali tidak punya opsi tersebut.
Analis memperingatkan hal ini bisa mengurangi variasi produk spesial dan berkualitas tinggi yang tersedia bagi konsumen AS.
Meskipun indeks harga konsumen untuk makanan secara keseluruhan relatif stabil dari Juni ke Juli, barang-barang yang sensitif terhadap tarif seperti kopi, teh, dan rempah mengalami inflasi signifikan.
Baca Juga: Bosan Minum Teh yang Gitu Aja, Coba Rempah Ini!
Heather Rice, pakar ritel dan konsumen di KPMG, menyoroti tarif bisa memengaruhi persediaan di toko kelontong, yang berpotensi memengaruhi ketersediaan dan harga buah impor, kacang, dan produk lainnya.
Peritel kecil di AS memperingatkan bahwa tekanan ini dapat berdampak tidak proporsional terhadap konsumen Amerika dan bisnis independen, sekaligus mengubah lanskap pasar kopi, teh, dan makanan spesial di seluruh negeri.***
Artikel Terkait
Rempah yang Membuat Aroma Masakan Semakin Wangi
Bukber Seru di McD! Promo Paket Bukber Berempat dan Berenam, Harga Mulai Rp46 Ribuan
Strategi Starbucks Bangkitkan Penjualan yang Lesu karena Boikot
Investigasi LSM Inggris, Mobil Karavan dari AS Picu Deforestasi di Kalimantan