KONTEKS.CO.ID – Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina dengan menggunakan rudal hipersonik dan drone serang.
Serangan ini juga diiringi peringatan keras kepada NATO terkait ekskalasi militer di kawasan Eropa Timur.
Dalam pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin 21 Juli 2025 menyebut bahwa operasi tersebut menyasar fasilitas industri militer dan infrastruktur lapangan udara di berbagai wilayah Ukraina.
Baca Juga: Dominasi Google Terancam, Perplexity AI Jajaki Integrasi Browser Comet ke Smartphone
"Serangan dilancarkan secara terkoordinasi dengan senjata presisi tinggi jarak jauh dari udara, laut, dan darat. Seluruh target telah berhasil dihantam," tulis pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Russia Today.
Serangan Besar Melibatkan Rudal Kinzhal
Rusia disebut menggunakan rudal balistik hipersonik Kinzhal dalam serangan itu. Rudal ini dikenal memiliki kecepatan lebih dari Mach 10 dan sulit diantisipasi oleh sistem pertahanan konvensional.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi adanya kerusakan di wilayah Kyiv, Kharkiv, dan Ivano-Frankivsk.
Baca Juga: GIIAS 2025 Siap Digelar 24 Juli di ICE BSD, Didominasi Merek China dan Comeback Ford
Ia menyebut lebih dari 420 drone dan 20 rudal dikerahkan semalam oleh Rusia, menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 15 lainnya.
"Pertahanan udara kami berhasil menembak jatuh sejumlah drone di Sumy, Khmelnytskyi, Kirovohrad, Mykolaiv, Poltava, dan Kherson," kata Zelensky.
Laporan dari otoritas setempat juga menyebut beberapa fasilitas non-perumahan, seperti gudang dan supermarket, turut rusak akibat serangan tersebut.
Baca Juga: DJ Panda Ngaku Ayah Biologis Bayinya, Erika Carlina: Ancaman, Bully, dan Fitnah
Moskow mengklaim seluruh serangan ditujukan pada infrastruktur militer dan tidak menargetkan warga sipil.
Rusia menyebut operasi ini sebagai balasan atas serangan drone Ukraina ke wilayah dalam negeri Rusia.
Artikel Terkait
Presiden Rusia Vladimir Putin Kerahkan 110 Ribu Pasukan ke Ukraina Timur, Perang Drone Semakin Mendominasi
Serangan Terbesar Rusia yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya ke Ukraina, Kiev Jadi Lautan Api!
Donald Trump dan Vladimir Putin Bicara di Telepon Soal Perang Ukraina, Presiden AS Kesal, Rusia Ngotot
Gempa M5,3 Guncang Kamchatka Rusia: 30 Kali Susulan, Tsunami Mengintai, Warga Diminta Waspada
Anggota DPR Minta Kepastian Status WNI Satria Arta Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Minta Pulang Usai Jadi Tentara Bayaran Rusia