• Sabtu, 18 April 2026

Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal Hipersonik, NATO Dapat Ancaman Nuklir

Photo Author
Agha Nur Sabri A, Konteks.co.id
- Selasa, 22 Juli 2025 | 15:50 WIB
Ilustrasi perang Rusia-Ukraina (iStock)
Ilustrasi perang Rusia-Ukraina (iStock)

KONTEKS.CO.ID Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina dengan menggunakan rudal hipersonik dan drone serang.

Serangan ini juga diiringi peringatan keras kepada NATO terkait ekskalasi militer di kawasan Eropa Timur.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin 21 Juli 2025 menyebut bahwa operasi tersebut menyasar fasilitas industri militer dan infrastruktur lapangan udara di berbagai wilayah Ukraina.

Baca Juga: Dominasi Google Terancam, Perplexity AI Jajaki Integrasi Browser Comet ke Smartphone

"Serangan dilancarkan secara terkoordinasi dengan senjata presisi tinggi jarak jauh dari udara, laut, dan darat. Seluruh target telah berhasil dihantam," tulis pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Russia Today.

Serangan Besar Melibatkan Rudal Kinzhal

Rusia disebut menggunakan rudal balistik hipersonik Kinzhal dalam serangan itu. Rudal ini dikenal memiliki kecepatan lebih dari Mach 10 dan sulit diantisipasi oleh sistem pertahanan konvensional.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi adanya kerusakan di wilayah Kyiv, Kharkiv, dan Ivano-Frankivsk.

Baca Juga: GIIAS 2025 Siap Digelar 24 Juli di ICE BSD, Didominasi Merek China dan Comeback Ford

Ia menyebut lebih dari 420 drone dan 20 rudal dikerahkan semalam oleh Rusia, menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 15 lainnya.

"Pertahanan udara kami berhasil menembak jatuh sejumlah drone di Sumy, Khmelnytskyi, Kirovohrad, Mykolaiv, Poltava, dan Kherson," kata Zelensky.

Laporan dari otoritas setempat juga menyebut beberapa fasilitas non-perumahan, seperti gudang dan supermarket, turut rusak akibat serangan tersebut.

Baca Juga: DJ Panda Ngaku Ayah Biologis Bayinya, Erika Carlina: Ancaman, Bully, dan Fitnah

Moskow mengklaim seluruh serangan ditujukan pada infrastruktur militer dan tidak menargetkan warga sipil.

Rusia menyebut operasi ini sebagai balasan atas serangan drone Ukraina ke wilayah dalam negeri Rusia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X