KONTEKS.CO.ID - Puluhan ribu warga Belanda turun ke jalan dalam aksi solidaritas besar-besaran bertajuk 'Red Line for Gaza' pada Minggu, 18 Mei 2025.
Aksi damai ini berlangsung di Kota Den Haag dan menjadi demonstrasi terbesar di Belanda dalam dua dekade terakhir.
Dengan mengenakan pakaian serba merah, massa mendesak pemerintah Belanda untuk menghentikan segala bentuk dukungan terhadap kampanye militer Israel di Gaza.
Baca Juga: 6 Pelaku Grup Facebook 'Fantasi Sedarah' dan 'Suka Duka' Ditangkap: Mulai Admin hingga Anggota Aktif
Selain itu, mereka juga menuntut sikap tegas terhadap pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat Palestina.
1. Aksi Solidaritas Terbesar dalam Dua Dekade
Menurut laporan AP News, lebih dari 100.000 orang turut ambil bagian dalam unjuk rasa ini.
Amnesty International, Save the Children, dan Doctors Without Borders menjadi pendukung aktif aksi yang menandai babak baru dalam gerakan solidaritas untuk rakyat Palestina.
Demonstrasi ini menjadi catatan sejarah sebagai aksi damai terbesar di Belanda sejak awal 2000-an.
Baca Juga: Tak Disangka, 4 Merek Besar dan Terkenal Ini Bangkrut di Indonesia karena Hal Sepele
2. Tema "Red Line for Gaza" dengan Pesan Simbolik
Dengan tema Red Line for Gaza, demonstran menciptakan garis merah simbolis di jantung kota Den Haag.
Mereka berjalan sejauh lima kilometer, melewati sejumlah titik penting termasuk Peace Palace, markas Mahkamah Internasional.
Atribut merah digunakan sebagai simbol peringatan bahwa dunia tidak bisa lagi tinggal diam terhadap krisis kemanusiaan di Gaza.
Artikel Terkait
Mobil Peninggalan Paus Fransiskus Dikirim ke Gaza, Hadiah Terakhir untuk Anak-Anak
Penuhi Wasiat Terakhir, Mobil Paus Fransiskus Disulap Jadi Klinik Kesehatan Keliling Anak-Anak Gaza
Kolaborasi Bareng Asma Nadia, Melly Goeslaw Garap Soundtrack Film Gaza: Dari Fiksi Menyentuh ke Aksi Kemanusiaan Nyata
Militer Israel Umumkan Dimulainya Operasi Darat Baru yang Lebih Dahsyat di Gaza
Arab Saudi Kecam Keras Keputusan Israel Tingkatkan Serangan di Gaza