• Sabtu, 18 April 2026

Gedung Putih: Trump Dukung Penuh Aksi Pembantaian Israel di Gaza

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Sabtu, 22 Maret 2025 | 01:16 WIB
Selain Jalur Gaza, tentara Israel juga melakukan serangan terhadap wilayah West Bank. Donald Trump mendukung aksi pembantaian warga Palestina oleh Israel. (X.com Times of Gaza)
Selain Jalur Gaza, tentara Israel juga melakukan serangan terhadap wilayah West Bank. Donald Trump mendukung aksi pembantaian warga Palestina oleh Israel. (X.com Times of Gaza)


KONTEKS.CO.ID - Presiden AS Donald Trump mendukung penuh tindakan Israel terhadap rakyat di Jalur Gaza, Palestina.

Hal itu disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, setelah ditanya wartawan apakah Trump berupaya memulihkan gencatan senjata di Gaza.

"Presiden menjelaskan dengan sangat jelas kepada Hamas bahwa jika mereka tidak membebaskan semua sandera, akan ada banyak masalah. Sayangnya, Hamas memilih untuk mempermainkan media dengan nyawa," kata Leavitt kepada wartawan di luar Gedung Putih, Kamis 20 Maret 2025.

Baca Juga: Jelang Arus Mudik Lebaran 2025, Hyundai IONIQ 5 Limited Edition Merapat ke Indonesia

Pernyataannya merujuk pada pengumuman kelompok Hamas bahwa mereka telah setuju untuk membebaskan sandera Amerika-Israel Edan Alexander bersama dengan empat warga negara ganda lainnya.

Penawaran tersebut didasarkan pada apa yang telah dibahas oleh pejabat Hamas dengan utusan AS untuk urusan sandera, Adam Boehler, awal bulan ini. "Tetapi kelompok perlawanan Palestina tersebut gagal memberikan jawaban akhir kepada utusan itu dalam pertemuan rahasia tersebut," kata seorang diplomat senior Arab kepada The Times of Israel.

Setelah pembicaraan langsung tersebut dibocorkan ke pers oleh Israel, Pemerintahan Trump menutup saluran langsung tersebut, kata diplomat Arab ini.

Pembicaraan AS dan Hamas Buntu Soal Pembebasan Sandera

Baca Juga: Ilmupedia Tryout UTBK 2025 Sukses Digelar di 30 Kota, Diikuti 16 Ribu Siswa

Oleh karena itu, ketika Hamas mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka siap membebaskan para sandera Amerika, Donald Trump tidak lagi tertarik.

Utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, saat itu telah menyampaikan proposal jembatannya untuk memperpanjang tahap pertama kesepakatan. Ia menyebut tawaran Hamas sebagai "tidak mungkin".

"Situasi ini sepenuhnya kesalahan Hamas ketika mereka melancarkan serangan brutal terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober. Presiden telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa ia ingin semua sandera tersebut pulang," kata Leavitt kepada wartawan.

Baca Juga: Kronologi Bus Jemaah Umrah asal Bojonegoro Tabrak Jip Terbakar: Berikut Identitas 6 WNI yang Meninggal dan Luka-Luka

"Trump sepenuhnya mendukung Israel dan IDF serta tindakan yang telah mereka ambil dalam beberapa hari terakhir," tambahnya.

Gedung Putih dengan cepat mendukung kampanye pengeboman Israel yang baru terhadap target teror pada Senin-Selasa malam. Tetapi Trump sendiri belum berkomentar.

Pada Rabu kemarin, Departemen Luar Negeri meminta Hamas untuk menyita proposal jembatan Witkoff selagi masih dibahas.

Baca Juga: Komentar Presiden Prabowo soal Timnas Indonesia Dibabat Australia, Maklum dengan Pelatih Baru

Juga pada hari Kamis, para pemimpin Uni Eropa mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka "menyesalkan" gagalnya gencatan senjata di Gaza, dan menyerukan penolakan Hamas untuk membebaskan sandera.

"Dewan Eropa menyesalkan gagalnya gencatan senjata di Gaza, yang telah menyebabkan sejumlah besar korban sipil dalam serangan udara baru-baru ini. Dewan Eropa menyesalkan penolakan Hamas untuk menyerahkan sandera yang tersisa," bunyi pernyataan itu.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan ratusan orang telah tewas dan terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak pertempuran dimulai kembali pada hari Selasa. 

Baca Juga: Jokowi Sebut Hubungan dengan PDIP Hangat, Akan Ketemu Megawati Tapi Cuma Akan

Israel membantah menargetkan warga sipil dan mengatakan telah menewaskan beberapa pemimpin tinggi Hamas selama kembalinya pertempuran aktif baru-baru ini di Gaza. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X