KONTEKS.CO.ID - Budayawan dan analis politik, Puthut EA, menilai bahwa kegagalan bersejarah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lolos ke parlemen pada Pemilu 2024 disebabkan oleh kesalahan fatal dalam membaca sinyal politik Presiden Joko Widodo yang sangat kompleks dan ambigu.
Kini, jelang Muktamar ke-10 yang krusial, Puthut menegaskan bahwa kunci kebangkitan partai berlambang Ka'bah tersebut adalah kemampuannya membaca arah kekuasaan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilainya memiliki gaya komunikasi yang jauh lebih terbuka dan lugas.
Menurut Puthut, pada masa menjelang Pemilu 2024, semua tanda yang diperlihatkan Presiden Jokowi secara kasat mata atau ceto welo-welo dalam istilah Jawa memang mengarah pada dukungan untuk Ganjar Pranowo.
Baca Juga: RUPTL 2025–2034: Janji Hijau PLN Cuma Manis di Dokumen, Pahit di Batu Bara
Hal ini membuat keputusan Ketua Umum PPP, Mardiono, untuk mendukung Ganjar menjadi sebuah langkah yang sangat rasional pada saat itu.
Namun, Puthut menyebut gaya politik Jokowi yang sulit ditebak pada akhirnya membuat PPP dan banyak pihak lainnya tersesat.
"Sampai sekarang saya kira belum ada satupun para analis politik yang bisa menerbitkan buku tentang membaca perilaku politik Presiden Jokowi yang bisa dipertanggungjawabkan secara intelektual," ujar Puthut EA dalam video yang ada di kanal Youtube Total Politik pada Kamis, 25 September 2025.
Puthut menggunakan lensa budaya Jawa untuk menjelaskan perbedaan fundamental antara kedua pemimpin tersebut.
Gaya politik Jokowi ia sebut sebagai "Jawa Mataraman", yang lebih halus, penuh dengan simbol, dan seringkali menyimpan maksud tersembunyi diibaratkannya seperti "keris yang ditaruh di belakang".
Gaya inilah yang menurutnya sangat sulit diinterpretasikan dan kerap menimbulkan salah tafsir.
Sebaliknya, gaya politik Prabowo dikategorikannya sebagai "Jawa Banyumasan", yang memiliki karakter lebih terbuka, langsung, dan blakasuta (blak-blakan).
"Kalau Pak Prabowo saya kira akan lebih clear, ya," tambahnya. Gaya komunikasi yang lebih mudah dibaca ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi elite PPP.
Artikel Terkait
Konflik PPP, Tamliha: JK Sampaikan Pesan Dinasti Ming, Jangan Lawan Penguasa
Tamliha Ungkap PPP Tak Lolos PT, Ini Beberapa Gegaranya, Termasuk Manuver Jokowi
Tamliha Blak-blakan Sebut Jokowi Binasakan PPP
Tamliha Ungkap PPP Tak Ikut Jokowi Belot Dukung Prabowo
Pengakuan Romahurmuziy: PPP Dukung Ganjar Setelah Ada Arahan Jokowi di Mobil