KONTEKS.CO.ID - Kabar ratusan karyawan PT Gudang Garam Tbk di Kediri yang disebut putus kerja menuai perhatian publik.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa kabar tersebut bukan pemutusan hubungan kerja (PHK), melainkan program pensiun dini.
Program Pensiun Dini, Bukan PHK
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, Sigit Priyanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kediri. Hasilnya, perusahaan hanya membuka program pensiun dini yang diikuti secara sukarela.
Baca Juga: Pablo Abian, Veteran Tunggal Putra Bulu Tangkis yang Masih Penuh Semangat dan Energi
“Sudah koordinasi dengan Disnaker Kediri, dan itu program pensiun dini. Nah, yang minat itu sekitar 200-an sampai hari ini informasinya, jadi bukan PHK,” Dikutip Konteks.co.id pada Senin, 8 September 2035.
Dari jumlah tersebut, sekitar 14 orang mendekati usia pensiun, sementara sisanya berasal dari kelompok usia yang beragam. Sigit menyebut masih menunggu data lengkap dari Disnaker setempat.
Isu Cukai Rokok Tinggi
Ramainya kabar ini sempat dikaitkan dengan isu kenaikan tarif cukai rokok dan maraknya peredaran rokok ilegal. Menanggapi hal itu, Sigit menegaskan ranah kebijakan cukai berada di pemerintah pusat, bukan Disnaker.
Baca Juga: TNI AL Ingin Akuisisi Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi yang segera Pensiun
“Itu perusahaan, bukan kita. Dari pemerintah itu, kalau bisa tidak ada PHK, harapannya tidak ada PHK,” ujarnya.
Meski tidak ada PHK, Disnakertrans Jatim memastikan karyawan yang memilih pensiun dini akan mendapat pendampingan. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK), pemerintah siap membantu agar mereka bisa kembali bekerja atau membuka usaha.
“Misalkan pensiun dini pesangonnya atau haknya bisa untuk berwirausaha. Nanti biar bisa kita lakukan pembinaan di BLK. Kalau minat, punya keterampilan apa dan berwirausaha, nanti kita bantu untuk latihan di BLK. Di Kediri kan ada,” jelas Sigit.
Baca Juga: Heboh! Nepal Blokir WhatsApp, Instagram, dan YouTube hingga 26 Medsos Populer Lumpuh
Kekhawatiran Serikat Buruh
Di sisi lain, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menilai dinamika di Gudang Garam bisa berdampak luas.
Ia memperkirakan puluhan ribu pekerja tidak langsung, mulai dari petani tembakau, sopir, buruh logistik, pedagang kecil hingga pemilik rumah kontrakan, berpotensi terdampak.
Artikel Terkait
Anjlok Terus! Saham Gudang Garam Tak Baik-Baik Saja, Sejak Januari 2025 hingga Kini Rontok
Laba Anjlok 81 Persen, Gudang Garam Setop Beli Tembakau Temanggung
Viral Isu PHK Massal Gudang Garam, KSPI Bongkar Penyebab Hingga Dampaknya ke Ribuan Pekerja
Viral Tangis Buruh Gudang Garam Kena PHK Massal, KSPI: Selamatkan Industri Rokok Nasional
PHK Massal di Gudang Garam, Menko Airlangga Sebut karena Modernisasi