KONTEKS.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto kini berada pada titik krusial dalam kepemimpinannya.
Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago merespons dinamika politik dengan demonstrasi yang berujung anarkis beberapa hari ini.
"Gelombang kritik publik terhadap kabinet dan kebijakan pemerintah menunjukkan adanya jarak yang semakin lebar antara elite politik dengan denyut nadi rakyat," ujar Pangi dalam keterangannya, mengutip Senin, 1 September 2025.
Baca Juga: Hendropriyono Ingatkan Bahaya Revolusi Saat Gelombang Demo, Publik Balas dengan Kritik Tajam
"Demi menjaga stabilitas politik dan keutuhan negara, langkah tegas, berani, dan terukur harus segera diambil," imbuhnya.
Menurut pandangannya, salah satu langkah strategis untuk memulihkan kembali animo trust building rakyat, yakni Presiden Prabowo harus menghentikan pola mengasuh menteri warisan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
“Sudah waktunya Presiden Prabowo menghentikan pola 'mengasuh' orang-orang warisan Jokowi," sebutnya.
Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Naik 11 Persen, Kinerja Perdagangan Membaik
"Menteri yang berpolemik, tidak berpihak dan tidak berempati sedikit pun kepada rakyat, dan gagal menunjukkan keberpihakan kebijakan, harus dicopot," tegasnya.
"Kabinet yang berisi figur lemah hanya akan menjadi beban, bukan motor penggerak visi besar Presiden,” tekannya.
Pangi juga meminta Prabowo untuk menghentikan semua kebijakan yang menyusahkan rakyat.
Kata dia, kebijakan yang membebani rakyat harus segera dievaluasi dan dihentikan.
Artikel Terkait
Dapat Lampu Hijau dari Prabowo, Polisi Mulai Jaring Pelaku Penjarahan
Prabowo: Tunjangan DPR Dicabut, Moratorium Kunker Luar Negeri Ditetapkan
Prabowo: Aksi Demonstrasi Sudah Mengarah ke Makar dan Terorisme
Redam Kegelisahan Publik, Analis Rekomendasikan Prabowo Sering Bicara ke Media Bukan Influencer
Media Asing Soroti Ujian Besar Pertama Prabowo Gagalkan Kunjungan ke China