KONTEKS.CO.ID - Praktik kecurangan dalam kasus beras oplosan mendapat sorotan dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurut penilaian kepala negara, kasus tersebut sangat merugikan masyarakat.
Prabowo menyebut, kerugian akibat beras oplosan sangat fantastis, yakni hampir Rp100 triliun setiap tahunnya.
Baca Juga: Lokasi Aksi 217, 50 Ribu Pengemudi Demo Ojol 21 Juli 2025: Hapus Aceng, Slot, dan Hub
Prabowo menyayangkan tindakan curang ini merupakan bentuk kejahatan ekonomi berat yang secara langsung menyengsarakan rakyat.
Dia menuturkan, banyak pengusaha tak bertanggung jawab yang memanipulasi kualitas dan harga beras.
"Kita akan terus tegakkan, masih banyak ada permainan-permainan jahat dari beberapa pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat," ujar Prabowo di Solo, Jawa Tengah pada Minggu 20 Juli 2025.
Baca Juga: Aksi 217, Ojek Online Demo Massal Hari Ini Mulai Pukul 13.00 WIB, Ini 5 Tuntutan ke Presiden
"Beras biasa dibilang beras premium, harganya dinaikin seenaknya," imbuh Prabowo.
Prabowo menegaskan, pengoplosan beras biasa yang dijual sebagai beras premium telah merugikan masyarakat dalam skala besar.
Menurutnya, praktik semacam itu tak sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan sudah tergolong subversi ekonomi.
"Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa. Menurut saya ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat,” kata dia.
Baca Juga: Unik, Tanggal 21 Juli Dirayakan Sebagai Hari UFO Nasional di Indonesia, Intip Asal-Usulnya
“Anda bisa bayangkan negara rugi Rp100 triliun (per tahun), kita bisa bikin apa. Mungkin kita bisa hilangkan kemiskinan dalam lima tahun dengan Rp1000 triliun," lanjut Prabowo.
Artikel Terkait
Daftar Lokasi Pembelian Beras SPHP Bantuan Pemerintah, Jangan Sampai Kehabisan!
Mentan Amran Sebut Harga Beras Akan Turun Dua Pekan ke Depan
Mentan Amran Peringatkan Pengusaha Beras: Tak Ikut Aturan Ditindak!
Mentan Amran Mendadak Menghadap Presiden Prabowo di Tengah Meningkat Isu Beras Oplosan
Prabowo Perintahkan Pelaku Beras Oplosan Ditindak! Pemilik Wilmar Group, Food Station Tjipinang Jaya, BPR, Japfa Group Terjerat?