KONTEKS.CO.ID - Ketua DPR RI, Puan Maharani angkat suara terkait dugaan praktik beras oplosan.
Dia menyebut hal itu bentuk pembohongan publik dan sangat merugikan rakyat kecil.
Politisi PDIP itu menegaskan, praktik curang beras ini tidak boleh dibiarkan.
Baca Juga: Alwi Farhan Tembus Babak 16 Besar di Japan Open 2025: Siapapun Lawannya Sama Saja
"Rakyat jangan menjadi korban dari pasar yang tidak jujur. Apalagi di tengah tekanan ekonomi, praktik curang seperti ini adalah bentuk kejahatan yang menyasar langsung kehidupan rakyat,” kata Puan kepada wartawan, Selasa 15 Juli 2025.
Negara, kata dia, harus hadir dan bertindak tegas agar distribusi pangan tidak dikendalikan oleh mafia atau pelaku usaha yang mengabaikan etika dan hukum.
"Aparat juga harus segera menindak tegas mafia beras,” tegasnya.
Baca Juga: Roy Suryo Kantongi 5 Ijazah Alumni UGM 1985, Ungkap Perbedaan Sangat Tajam dengan Ijazah Jokowi
Untuk itu, dia mendorong pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis guna memulihkan kepercayaan publik serta memastikan perlindungan bagi konsumen.
Penegakan hukum, lanjutnya, harus menyasar bukan hanya pelaku teknis, juga jaringan distribusi dan korporasi besar di balik praktik manipulatif tersebut.
“Diperlukan juga reformasi sistem pelabelan dan pengawasan mutu pangan agar lembaga terkait memiliki kewenangan dan kapasitas yang cukup,” kata Puan.
Menurutnya, terlibatnya masyarakat dan akademisi juga penting dalam proses pengawasan.
Baca Juga: Alwi Farhan Menang Dua Game Langsung di Babak Pertama Japan Open 2025: Kamis, Gas Lagi!
"Untuk mencegah dominasi informasi oleh pelaku industri,” ucapnya.
Artikel Terkait
Waspadai Beras Oplosan: Ini Ciri-ciri, Bahaya, dan Tips Membedakannya
Food Station Tjipinang Jaya Dituduh Satgas Pangan Jual Beras Oplosan, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Pembelaan
Skandal Beras Oplosan, Giliran Kemendag Ungkap 9 Produsen Beras Premium Nakal, Merek Apa Saja?
Kemendag Ungkap Temuan Beras Oplosan di 62 Kota di Indonesia: 9 Merek, Mutunya di Bawah Standar
Daftar 26 Merek Beras Premium Diduga Oplosan yang Diungkap Satgas Pangan Polri