Bahkan, mereka menyandera warga serta tenaga kerja proyek infrastruktur, menyiksa, menjadikan mereka tameng hidup.
"Tindakan biadab mereka bukan hanya mengancam keamanan nasional, tetapi juga menghancurkan masa depan masyarakat Papua itu sendiri," ujar Kristomei.
Baca Juga: Sejumlah Mantan Aktivis Mahasiswa Bertekad Tak Mau Jadi Alat Kekuasaan
Dari lokasi penembakan, TNI mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya enam anak panah, satu busur panah, dua unit telepon genggam, satu speaker, satu noken, satu kalung, dan satu bendera Bintang Kejora.
TNI, kata Kristomei, menjunjung tinggi prinsip legalitas. TNI berusaha melindungi warga sipil pada setiap operasi.
"TNI tetap menjunjung tinggi prinsip legalitas, kehati-hatian, serta perlindungan terhadap warga sipil dalam setiap operasi di wilayah Papua," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Profil Letda Kinan, Putra Letjen Kunto Arief Wibowo yang Memimpin Operasi Penyergapan Tokoh OPM di Puncak Jaya
Egianus Kogoya Langgar Komando, TPNPB-OPM Alami Ketegangan Internal
OPM di Papua Nyatakan Perang, Bunuh Prajurit TNI dan Warga Sipil
Prajurit TNI Gugur Dibantai OPM Kodap XVI Yahukimo: Ditembak, Dibacok, Ditusuk!
Breaking News: OPM Umumkan Terjadi Kontak Tembak Intan Jaya, Warga Berlindung di Gereja dan Lari ke Hutan