Retret ini merupakan bagian dari program pembinaan kepemimpinan daerah yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan digelar secara bertahap.
“Ada 93 kepala daerah dan wakil yang terdaftar yang seharusnya ikut retret gelombang kedua ini, namun 6 orang mengajukan permohonan tidak ikut karena alasan kesehatan,” ujar Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 21 Juni 2025.
Salah satu peserta yang tidak dapat hadir adalah Gubernur Papua Pegunungan, yang sempat tiba di Jakarta namun kemudian harus kembali ke daerah karena mendapat kabar duka, yaitu ibundanya meninggal dunia.
Baca Juga: Ketegangan Iran-AS Meledak, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak Tajam
Agenda Presiden dan Wapres Belum Ditetapkan
Menjawab pertanyaan seputar kemungkinan kehadiran Presiden Prabowo Subianto, Bima Arya mengatakan bahwa hingga kini belum ada agenda resmi yang memastikan kehadiran Presiden dalam acara tersebut.
“Sejauh ini belum teragendakan, karena beliau masih dalam rangkaian kegiatan kenegaraan di luar negeri. Ya, kami tentunya menyesuaikan saja,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga belum memberikan konfirmasi kehadiran.
“Belum mendapatkan informasi,” tambah Bima singkat.***
Artikel Terkait
10 Kepala Daerah dari PDIP Asal Bali Dipastikan Tak Ikut Retret, Ini Alasannya
SBY, Jokowi Hingga Puan Maharani Disebut Akan Hadiri Parade Senja Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang
Tito Karnavian dan Direksi PT LTI Dilaporkan Korupsi Retret, KPK Masih Verifikasi
Retret Kepala Daerah Gelombang Dua Digelar Juni 2025 di IPDN Jatinangor
86 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang II, Presiden Prabowo Belum Dipastikan Hadir