• Sabtu, 18 April 2026

Fakta Pemerkosaan Massal Mei 1998 yang Disangkal Fadli Zon, Ita Fatia Nadia: Keponakan Teman Habibie Jadi Korban

Photo Author
Rat Nugra, Konteks.co.id
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 15:03 WIB
Wawancara Bocor Alus Tempo dengan anggota TGPF dan pendamping korban pemerkosaan, Ita Fatia Nadia dan Sri Palupi. (YouTube Tempodotco)
Wawancara Bocor Alus Tempo dengan anggota TGPF dan pendamping korban pemerkosaan, Ita Fatia Nadia dan Sri Palupi. (YouTube Tempodotco)

KONTEKS.CO.ID - Penyangkalan Fadli Zon terkait tragedi pemerkosaan Massal Mei 1998 berbuntut panjang juga menuai kecaman para aktivis dan korban yang masih hidup.

Wawancara Bocor Alus Tempo dengan anggota TGPF dan pendamping korban pemerkosaan, Ita Fatia Nadia menceritakan begitu sadisnya bentuk pemerkosan pada mei 1998 pun viral.

Ita Fatia Nadia soal Tragedi Pemerkosaan Massal 1998

Temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Peristiwa Kerusuhan Mei 1998 serta investigasi Tempo menunjukkan pemerkosaan massal yang menyasar perempuan keturunan Tionghoa menunjukkan sebaliknya.

Baca Juga: Divisi Humas Polri Raih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi, Listyo Sigit Prabowo: Selamat Para Satker

Wawancara anggota TGPF dan pendamping korban pemerkosaan, Ita Fatia Nadia, serta anggota tim asistensi TGPF, Sri Palupi.

Melansir dari YouTube Bocor Alus Tempodotco pada Sabtu, 21 Juni 2025, Ita Fatia Nadia menangani 15 korban pemerkosaan, dan dia bercerita bagaimana bentuk pemerkosaan yang dilakukan pada korban.

"Yang saya tangani sendiri itu ada 15 korban. Yang paling kecil itu umur 11 tahun. Mamanya juga korban meninggal dibunuh. Kakaknya juga dibunuh," jelas Ita Fatia Nadia di YouTube Tempodotco yang tayang premiere hari Sabtu, 21 Juni 2025 pukul 11.00 WIB.

Bukan hanya Fadli Zon, Jenderal Wiranto juga pernah mengatakan tak percaya ada tragedi pemerkosaan massal 1998.

Baca Juga: Lagi, Pesawat Saudi Airlines Diancam Bom, Angkut 376 Jamaah ke Surabaya, Mendarat Darurat di Kualanamu

"Jenderal Wiranto mengatakan, kamu berbohong. Kamu telah menjelekkan nama bangsa Indonesia di internasional," ungkap Ita, anggota TGPF dan pendamping korban pemerkosaan.

"Karena sejak rusuh terjadi itu rumah sakit-rumah sakit didatangin orang-orang bersenjata berseragam tentara dan meminta pihak rumah sakit bungkam," sambung anggota tim asistensi TGPF, Sri Palupi.

Pemerkosaan Terjadi 13 Mei 1998

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Peristiwa Kerusuhan Mei 1998 dibentuk Presiden BJ Habibie

"Ketika itu tim relawan kemanusiaan TRK (Tim Relawan untuk Kemanusiaan) yang waktu itu diketuai oleh Romo Sandiawan Sumardi. ketika terjadi peristiwa perkosaan itu dimulai ketika 13 Mei 1998," jelas Ita Fatia Nadia.

"Saya masih ingat betul yaitu sore hari itu ada telepon bilang terjadi perkosaan di Pluit. Kemudian Romo Sandi telepon lagi mengatakan bahwa ada huru hara di Harko Glodok," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rat Nugra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X