Baca Juga: Jadwal Fisip UI Open 2025 Hadirkan 1.000 Atlet Bulu Tangkis Indonesia, Hadiahnya Rp126 Juta
Di tengah huru hara di Glodok, banyak orang menjarah komputer. "Saya lihat ada 4 orang perempuan Tionghoa yang dibuat semacam lempar-lemparan begitu. Bajunya ditarik sana ditarik sini."
Ita Nadia dengan rekannya sempat bingung tapi juga geram. "Jadi waktu itu saya membawa payung. Jadi payung saya saya kebutkan dan saya bersama satu teman saya tiba-tiba, entah bagaimana itu orang-orang yang menganiaya empat perempuan itu minggir," katanya.
Ita lalu membawa pergi 4 orang perempuan Tionghoa. "Saya bisa membawa 4 orang ini ke satu hotel di depan Harko Glodok. Belum telanjang tetapi seluruh badannya itu dicakar-cakar," katanya.
Menurut Ita, yang melakukan hal itu hanya segelintir orang saja, "Bukan massa yang menjarah yang melakukan hal itu, tapi sejumlah orang saja."
Baca Juga: Rute T31 Blok M ke PIK 2 plus Rute Baru Transjabodetabek, Lewat Depan Gold Coast Cuma Rp3.500
"Di jembatan 2, 3 dan 5 di Cengkareng, ada yang melapor, terjadi penyerangan," katanya.
"Saya menemukan 3 perempuan yang sudah mengalami pendarahan di alat kelaminnya di ruko. Itu jam 2 malam," katanya.
Karena penemuan itu, TRK membentuk tim khusus untuk menangani kekerasan terhadap perempuan, TRKP dengan Ita sebagai koordinatornya.
"Saya memberikan catatan pada Mba Ita. Kami membuat laporan. Di jembatan 2, 3, 5, kemayooran terjadi pemerkosaan. Kami membentuk Tim Kemanusiaan yang terdiri dari akademisi dan masyarakat sipil," katanya.
11 perempuan dipimpin Prof Saparinah Sadli melaporkan data-data tersebut pada Presiden Habibie. "Saya percaya. Itu kata-kata yang diucapkan Presiden Habibie, yang sangat saya ingat."
"Pak Habibie bilang saya percaya terjadi pemerkosaan karena keponakan sahabat saya juga jadi korban," cerita Ita.***
Artikel Terkait
Fadli Zon Hujan Kritik Seusai Ragukan Fakta Pemerkosaan Massal 1998
Koalisi Perempuan Sebut Omongan Menteri Kebudayaan Fadli Zon soal Pemerkosaan Massal 1998 Menyakitkan
SETARA Institute Desak Fadli Zon Minta Maaf soal Pernyataan Pemerkosaan Massal Mei 1998
Fadli Zon Tolak Minta Maaf Soal Pernyataan Pemerkosaan Massal Mei 98