Tak Semua Setuju, Ada yang Tetap Nge-Bid
Namun di balik besarnya mobilisasi ini, terdapat suara-suara yang memilih jalur berbeda. Komunitas Keluarga Besar Driver Jabodetabek (KBDJ) menjadi salah satunya. Mereka memutuskan untuk tidak ikut serta dalam unjuk rasa dan tetap bekerja seperti biasa.
Ketua KBDJ, Freddy Santoso Suherli, menyatakan bahwa meskipun ia memahami keresahan yang dirasakan para pengemudi, tapi solusi bukan berarti harus turun ke jalan.
“Kami tidak ikut demo. Kami memilih tetap on-bid, mencari nafkah untuk keluarga. Kami menghormati aksi teman-teman, tapi biarkan juga kami mencari rezeki dengan tenang,” ujarnya.
Freddy juga berharap agar rekan-rekan ojol yang ikut aksi bisa menghargai keputusan mereka yang tidak bergabung. Ia mengingatkan bahwa aksi seharusnya tidak memecah solidaritas antarpengemudi.
“Semua pengemudi merasakan tekanan, tapi jangan sampai yang on-bid justru jadi korban intimidasi. Mari kita tetap saling menghormati,” katanya.
Kemitraan, Bukan Buruh
Koalisi Ojol Nasional juga menegaskan bahwa para pengemudi sadar betul status mereka sebagai mitra, bukan buruh. Namun mereka tetap menuntut adanya regulasi yang menjamin keadilan dalam hubungan kerja.
“Kami tidak minta dijadikan karyawan. Kami hanya ingin kemitraan ini adil, menguntungkan semua pihak, dan tidak memberatkan,” ujar Andi Kristianto.
Ia menambahkan bahwa regulasi yang berpihak akan melindungi pengemudi dari pemutusan kemitraan sepihak dan fluktuasi insentif yang tidak transparan. ***
Artikel Terkait
Platform Ojol Klarifikasi Potongan Komisi Aplikasi, Tegaskan Tak Melebihi 20 Persen
Aktivis 98 Dukung Aksi Ojol 20 Mei, Lawan Eksploitasi Modern Berkedok Kemitraan
Grab Kirim Sinyal Pengemudi Ojol Jangan Ngarep Jadi Karyawan Tetap
Demo Ojol 20 Mei, Aplikator Janji Aplikasi Tetap Beroperasi: Nggak Perlu Khawatir, OperasionalĀ Normal
Isi Tuntutan Demo Ojol 20 Mei, Serentak di 14 Kota: Hapus Aceng, Slot, Hemat, dan PrioritasĀ