Riwayat militernya berakhir setelah ia melakukan desersi—meninggalkan tugas tanpa izin—pada 13 Juni 2022.
Baca Juga: Poin-Poin Krusial Gubernur Bali Tolak Ormas Berkedok Penjaga Keamanan
Ia tak kembali ke satuannya dan hingga kini tak diketahui keberadaannya secara resmi oleh institusi militer.
Pengadilan Militer II-08 Jakarta pun mengadili Satria secara in absentia pada 6 April 2023.
Hasilnya, ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara serta pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari dinas militer.
Putusan ini kemudian berkekuatan hukum tetap pada 17 April 2023.
Terdaftar sebagai Pelaku Desersi
Dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), Satria dinyatakan bersalah karena melakukan tindak pidana “Desersi dalam waktu damai”.
Baca Juga: TikTok dan Instagram Geser Google sebagai Mesin Pencari Favorit Gen Z
Dalam dakwaan, disebutkan bahwa ia secara sah dan meyakinkan melakukan ketidakhadiran lebih dari 30 hari tanpa izin dari atasan.
Langkahnya yang kini muncul di medan konflik Ukraina membawa lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Apakah ia benar-benar tergabung dalam militer Rusia?
Baca Juga: TNI Amankan Kejaksaan Bertentangan dengan Supremasi Sipil, SETARA Institute: Bentuk Kegenitan
Apakah ini murni keputusan pribadi, atau ada agenda lain di balik kemunculannya?
Artikel Terkait
Segini Kekayaan Brigjen Hendra Kurniawan yang Tidak Dipecat dari Kepolisian Terkait Kasus Ferdy Sambo
Enam Pernyataan Sikap ITB Setelah Mahasiswi Pembuat Meme Ditangguhkan Penahanannya
Kasus Siswa Sekolah Keracunan MBG, Ahli Gizi Ungkap Penyebab dan Ciri Makanan Basi
Mahasiswi ITB Ditangkap Sebarkan Meme Prabowo-Jokowi, Fufufafa Tulis Ribuan Hinaan Masih Bebas
TNI Amankan Kejaksaan Bertentangan dengan Supremasi Sipil, SETARA Institute: Bentuk Kegenitan