Saor pun bertanya-tanya kenapa ormas tersebut belum juga diberi tindakan yang tegas.
"Apakah karena dia dekat dengan Presiden?" tanya Saor.
Saor Siagian pun bahkan tidak bisa menjamin dirinya bisa keluar dari gedung DPR RI dengan selamat usai menyuarakan hal tersebut.
Namun ia menegaskan sudah siap dengan konsekuensinya.
"Kalaupun kami menyuarakan ini, nyawa kami sebagai taruhannya, adalah penghormatan kami terhadap hukum," tegasnya.
Baca Juga: Reborn Rich Season 2 Lagi Diproduksi, Ada Song Joong Ki atau Diganti?
Hercules Gerah Dilaporkan ke Komisi III DPR
Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), Hercules gerah dengan beberapa pengacara yang mengadu ke Komisi III di DPR.
"Mereka-mereka ini adalah rombongan atas nama pengacara, artinya saya di sini merasa terganggu. Karena negara ini negara hukum, semestinya kalau memang benar mereka ini pengacara semestinya mereka tahu hukum," katanya seperti dikutip dari Seleb Oncam News yang tayang pada Kamis, 8 Mei 2025.
Menurut Hercules, rombongan pengacara itu tiba-tiba menyenggolnya. Aduan dari mereka ke Komisi III membuat syok anak dan istrinya.
"Tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-tiba mereka muncul di Komisi III untuk mendesak segera melakukan penangkapan, jadi ya memang kaget saya juga dan istri anak pun kaget," jelas Hercules.
Baca Juga: Saksi-Saksi di Pusaran Korupsi Pertamix, 7 dari 12 Orang Diperiksa, Siapa Saja?
"Artinya ini semacam pengancaman, provokasi dan shock therapy terhadap anak dan istri saya," katanya.
Hercules pun akan membawa kasus ini ke ranah hukum didampingi Kuasa Hukumnya Sunan Kalijaga dan Agustinus Nahak.
Ia mengaku tak ingin membawa-bawa cara preman untuk menyelesaikan masalah itu.
Artikel Terkait
Harta Hercules, Ini 5 Sumber Kekayaan Tenaga Ahli Pasar Jaya yang Kini Berseteru dengan Gatot Nurmantyo
Hercules Ancam Gatot Nurmantyo, Netter Kesal: Kasian Prabowo, Gara-Gara Dukung Anda, Jadi Benang Merah yang Meresahkan
Hercules Disebut Ngelunjak, Prabowo Utang Budi dan Pernah Berikan Tugas Negara
Hercules Dibela Hendropriyono: Dia Rela Kaki dan Tangan Buntung