KONTEKS.CO.ID - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin baru-baru ini mengumumkan rencana pembangunan pabrik obat-obatan lokal dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium farmasi milik TNI yang telah direvitalisasi.
Inisiatif ini, menurut Sjafrie, dilatarbelakangi oleh tingginya harga obat di Indonesia, yang disebut jauh lebih mahal dibandingkan negara tetangga.
"Kami sudah mulai menjalin komunikasi dengan beberapa negara sahabat dalam bidang farmasi. Kita tahu, harga obat di Indonesia saat ini tergolong tinggi," ujar Sjafrie.
Baca Juga: GRIB Bermunculan di Daerah, Pecalang: Bali Tidak Butuh Ormas Luar!
Dalam pelaksanaannya, proyek ini akan melibatkan Kementerian Kesehatan dan hasil produksinya akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih—sebuah program besar yang digagas Presiden Prabowo dengan target pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.
Namun, bagaimana para ahli melihat rencana ini?
TNI Dinilai Tak Tepat Masuk Bisnis Obat
Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic Law Studies (Celios), menilai langkah Menhan kurang tepat karena dianggap menyimpang dari peran utama TNI.
Baca Juga: Djanur Kembali ke Persib Jelang Juara Liga 1 Musim ini
"Kurang pas jika TNI masuk ke ranah bisnis obat lokal. Ini bisa menggeser peran UMKM dan pelaku usaha kecil yang sudah lebih dulu terjun di sektor ini," ujar Bhima melansir Kompas.com, Sabtu 3 Mei 2025.
Menurutnya, meskipun distribusi obat saat bencana masih bisa diterima, menjadi pemain industri farmasi bukanlah bagian dari tugas pokok TNI.
Ia juga menyebut bahwa bisnis obat lokal selama ini sudah tumbuh, meskipun lambat karena terhambat masalah mendasar seperti bunga kredit tinggi dan paten yang dimonopoli oleh perusahaan besar.
"Pemerintah seharusnya fokus menyelesaikan hambatan utama industri, bukan mengambil alih peran pelaku usaha yang sudah ada," tegas Bhima.
Baca Juga: Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Menurun, Wisatawan Domestik Ikut Lesu
Artikel Terkait
Beredar Revisi Panglima TNI, Letjen Kunto Arief Batal Dimutasi, Tetap Jadi Pangkogabwilhan I
Kapuspen TNI Benarkan Letjen Kunto Batal Dimutasi dan Hersan Gagal Jadi Bintang 3
Penerima Bantuan Dana Masjid dan Musala Diumumkan Kemenag, Cek di Sini Daftarnya
Tiga Warga Negara India Divonis Mati PN Tanjung Balai, Konjen Diminta Beri Bantuan Hukum
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Menurun, Wisatawan Domestik Ikut Lesu