KONTEKS.CO.ID - Pada masa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ormas GRIB tumbuh subur di banyak daerah, termasuk di Bali.
GRIB adalah ormas yang nama panjangnya adalah Gerakan Masyarakat Indonesia Bersatu.
Pemimpin ormas ini adalah Rosario de Marshall alias Hercules.
Namun, munculnya GRIB beberapa kali menimbulkan gesekan di daerah.
Fenomena GRIB ini membuat pecalang mencoba bersuara, salah satunya mengenai posisi mereka sebagai penjaga adat, termasuk keamanan.
Hal ini seperti diunggah salah seorang anggota Pecalang yang viral di Instagram melalui akun Raka Abdil Pranaja.
Dalam unggahan video selama 50 detik, pecalang tersebut mengungkapkan Bali tidak butuh ormas luar dalam menjaga keamanan.
“Saya Pecalang, kami bukan penjaga biasa. Kami adalah bagian dari sistem adat yang sudah diwariskan turun-tumurun untuk menjaga Bali.”
“Kami tidak butuh ormas dari luar. Kami tidak butuh pihak asing yang datang membawa agenda dan merusak tatanan hidup masyarakat di Bali.”
“Kami sudah punya sistem sendiri dan sistem itu terbukti berjalan, kuat dan dihormati rakyat.”
“Di seluruh Bali ada 1.500 desa adat dan di setiap desa pecalang hadir. Kami ada di akar rumput, kami tahu siapa yang kami jaga dan apa yang kami lindungi.”
“Kami tidak digerakkan oleh politik, kami digerakkan oleh rasa tanggung jawab kepada adat dan tanah kelahiran kami.”
“Bali tidak butuh pengaruh luar untuk aman. Bali cukup dengan rakyatnya sendiri. Dan selama pecalang masih berdiri, Bali tetap kerja.”
Pernyataan itu memancing banyak komentar dukungan, apalagi Bali sudah lama dikenal memiliki sistem penjaga adat atau pecalang.
Artikel Terkait
Ratna Sarumpaet Kepergok Pecalang Berkeliaran Saat Nyepi di Bali, Begini Kejadian dan Akhirnya
Bentrok dengan GRIB, Ketum Pemuda Pancasila Minta Seluruh Anggota Tahan Emosi
Pelaku Pembakaran Mobil Polisi di Depok Anggota Ormas GRIB, Seorang Wanita Sekretaris Ranting Harjamukti